TRIBUNNEWS.COM – Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran Pendidikan Agama Islam 6 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 178, karangan Henry Nugroho, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021 yakni ketika kehidupan telah berhenti.
Ungkapan “ketika kehidupan telah berhenti” menggambarkan keadaan saat kehidupan tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.
Baik secara fisik, batin, maupun sosial, sehingga manusia kehilangan gerak, harapan, dan makna dalam menjalani hidup.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Pendidikan Agama Islam 5 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 178 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 178: Kisah Penyejuk Hati.
Kisah Penyejuk Hati.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 208: Menguatkan Kerukunan Melalui Toleransi
Imam Hasan Al-Bashari dan tetangganya
Imam Hasan Al-Bashari bertetangga dengan Nasrani, tepat di atas kamar beliau adalah kamar mandi Nasrani tersebut. Kamar mandi itu bocor sehingga membasahi kamar Imam Hasan Al-Bashari. Hal itu terjadi selama 20 tahun tanpa sepengetahuan tetangganya yang Nasrani itu. Suatu hari sang Imam sakit dan tetangganya yang Nasrani menjenguk.
Sumber: Habiburrahman El-Syirazy, Di Atas Sajadah Cinta, Jakarta: Republika,20220.
Menurut kalian bagaimana kisah tersebut?
Apa yang kalian lakukan setelah mencermati kisah tersebut?
Jawaban :
Menurut saya, kisah Imam Hasan Al-Bashari dan tetangganya adalah cerita yang sangat menyentuh dan sarat teladan tentang akhlak dalam Islam.
Imam Hasan Al-Bashari menunjukkan kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan kepada tetangga tanpa memandang perbedaan agama.
Ia tidak mengeluh, tidak menyalahkan, bahkan tidak menuntut haknya selama puluhan tahun, karena berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad saw. tentang kewajiban memuliakan tetangga.
Sikap inilah yang justru menjadi dakwah paling kuat, bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan nyata. Keindahan akhlaknya akhirnya melunakkan hati tetangganya hingga ia tersentuh dan memeluk Islam.
Setelah mencermati kisah tersebut, yang seharusnya saya lakukan adalah berusaha meneladani akhlak Imam Hasan Al-Bashari dalam kehidupan sehari-hari.
Saya perlu lebih sabar, menjaga sikap baik kepada tetangga dan orang lain meskipun berbeda latar belakang, serta tidak mudah mengeluh atau membalas keburukan dengan keburukan.
Kisah ini juga mengajarkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan dengan ceramah, tetapi bisa melalui perilaku yang jujur, sabar, dan penuh kasih sayang, sehingga Islam tampak indah melalui sikap dan tindakan kita.
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Namira)