Buruh Jawa Barat Demo di Gambir, Minta KDM Kembalikan Perhitungan UMSK
January 08, 2026 09:50 AM

 

TRIBUNBEKASI.COM, GAMBIR- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar demo hari ini di Gambir, Kamis (8/1/2026).

Elemen buruh tersebut membawa dua tuntutan utama. Pertama, mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar mengembalikan perhitungan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 daerah sesuai rekomendasi kepala daerah masing-masing.

Kedua meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan UMP Jakarta 2026 mengacu 100 persen kebutuhan hidup layak (KHL).

Tribunners diimbau menghindari titik aksi tersebut agar tidak terjebak kemacetan.

Aksi demo biasanya menyebabkan kemacetan karena penumpukan massa di suati titik.

Aksi demo hari ini datang dari dua elemen buruh. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlin Sumantri, mengatakan akan ada dua aksi demo buruh yang hari ini yang digelar di Jakarta Pusat.

Aksi demo yang akan digelar KSPI dibenarkan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlin.

Iptu Erlin mengatakan aksi unjuk rasa KSPI akan digelar di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada pagi hari.

“Pagi ada unjuk dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan beberapa elemen massa lainnya,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Selain KSPI, ada aksi dari elemen buruh lainnya di Jakarta Pusat. Mereka datang dari Komite Eksekutif Partai Buruh.

Demo Komite Eksekutif Partai Buruh di PN Jakarta Pusat

Aksi demo kedua datang dari Komite Eksekutif Partai Buruh. Massa rencananya akan menyampaikan aspirasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya.

Kepolisian telah mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan lalu lintas akibat dua aksi tersebut.

Polisi Kerahkan 1.659 Personel 

Untuk mengamankan jalannya dua aksi unjuk rasa tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan sebanyak 1.659 Personel Disiagakan personel gabungan.

Personel disebar di sejumlah titik untuk memastikan situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Situasional

Erlin menjelaskan, pihak kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi unjuk rasa.

Rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta jumlah massa yang hadir.

Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

Kepolisian mengimbau masyarakat agar menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” kata Erlin.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.