Titiek Soeharto Dorong Swasembada Kedelai hingga Bawang Putih Usai Beras dan Jagung
January 08, 2026 08:39 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI– Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan beras dan jagung.

Titiek berharap capaian tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas swasembada ke komoditas pangan lainnya.

Target Swasembada Kedelai, Gula, hingga Garam

Titiek menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan tidak hanya mandiri pada beras dan jagung, tetapi juga pada kedelai, gula, garam, hingga bawang putih.

“Kita sudah swasembada beras dan jagung. Ke depan mudah-mudahan bisa swasembada kedelai, bisa swasembada gula, bisa garam, dan semuanya, bawang putih,” ujar Titiek saat panen raya jagung kuartal IV 2025 yang digelar serentak oleh Polri di kawasan Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai, apabila swasembada berbagai komoditas pangan tersebut tercapai, Indonesia akan benar-benar mencapai kedaulatan pangan dan tidak lagi bergantung pada impor.

“Utamanya kita tidak perlu lagi impor-impor,” katanya.

Apresiasi untuk Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Titiek juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas keberhasilan swasembada beras dan jagung yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Atas nama pribadi, atas nama Ketua Komisi dan atas nama Komisi IV, saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah berhasil swasembada pangan beras dan jagung,” ucapnya.

Produksi Jagung Surplus Sepanjang 2025

Titiek memaparkan, produksi jagung nasional sepanjang tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton. Sementara konsumsi jagung nasional berada di angka 15,60 juta ton.

Dengan adanya surplus hampir setengah juta ton, Indonesia dinilai telah memenuhi syarat sebagai negara swasembada jagung.

“Dengan demikian sudah bisa disebut swasembada jagung. Harapan kami ini bisa ditingkatkan dan dipertahankan lagi di tahun 2026,” ujarnya.

Bahkan, Titiek berharap pada 2026 Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu mengekspor jagung.

“Mudah-mudahan tahun 2026 ini kita bisa ekspor jagung. Target yang tadinya empat tahun bisa dicapai dalam satu tahun lebih sedikit,” bebernya.

Peran Polri dalam Swasembada Jagung

Titiek juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang turut berperan besar dalam pencapaian produksi jagung nasional.

Dari total produksi 16,11 juta ton, sebanyak 3,5 juta ton merupakan hasil produksi dari program yang dijalankan jajaran Polri.

“Artinya hampir 20 persen produksi nasional dihasilkan dari kerja keras jajaran Polri. Terima kasih Pak Kapolri yang sudah membantu mempercepat swasembada pangan ini,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan.

Panen Raya Jagung Serentak di 36 Wilayah

Diketahui, Polri menggelar panen raya jagung serentak di 36 wilayah di Indonesia pada Kamis (8/1/2026). Total jagung yang dipanen dari tanam kuartal IV 2025 diperkirakan mencapai 743.522 ton.

Panen raya dipusatkan di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Panen raya ini menjadi pembuka dari rangkaian panen di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi total produksi 743.522 ton di seluruh Indonesia.

Panen Jagung di Cikarang

Di Cikarang sendiri, panen dilakukan di lahan seluas 25 hektare binaan Polda Metro Jaya dengan estimasi hasil sekitar 100 ton jagung.

Jagung yang dipanen merupakan jenis pipilan kering dengan kadar air 14 persen. Ke depan, lahan tersebut direncanakan akan diperluas hingga 50 hektare.

Dalam program swasembada pangan ini, Polri melibatkan sedikitnya 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani di berbagai daerah di Indonesia. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.