Momen Menteri Agama Nasaruddin Umar Lepaskan Tukik di Pantai Lakeba Baubau, Lambaikan Tangan
January 08, 2026 08:47 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Inilah momen Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, melepaskan tukik atau anak penyu ke laut.

Usai kunjungan di Kabupaten Buton, Menag RI lanjut menghadiri launching Penguatan Ekoteologi Laut Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Kemenag Sultra).

Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Lakeba, Kota Baubau, Provinsi Sultra, Kamis (8/1/2026) sore.

Nasaruddin mengenakan baju batik dengan rompi Satgas Ekoteologi Laut, dipadukan celana kain, kopiah, dan sepatu hitam.

Ia tersenyum lebar saat berada di pantai yang terletak di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari ini.

Baca juga: Menteri Agama Nasaruddin Umar Diberi Gelar Mia Ogena Yi Sarana Agama di Baubau Sulawesi Tenggara

Menag RI tampak berjongkok sambil melambaikan tangan dan tersenyum ke arah tukik yang dilepasliarkan.

Meskipun cukup lama mencapai laut, Nasaruddin Umar tetap sabar menunggu sambil menyaksikan langkah tukik tersebut.

Ia juga bertepuk tangan setelah melihat tukik lainnya berhasil mencapai laut.

Sahutan kegirangan terdengar dari seluruh peserta yang saat itu hadir menyaksikan.

Tampak Nasaruddin Umar didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau, yang ikut kegirangan melihat anak penyu berhasil masuk ke air.

Baca juga: Makna Baju Kebesaran Kesultanan Buton, Dikenakan Menteri Agama Saat Penganugerahan Gelar di Baubau

Berdasarkan penelusuran, 75 tukik atau anak penyu hijau dilepasliarkan serta diharapkan akan kembali ke Pantai Lakeba untuk bertelur nantinya.

Anak penyu diambil dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wakatobi Tomia-Binongko yang baru berusia 28 hari dengan panjang 14-15 centimeter (cm).

Kepala Kemenag Sulawesi Tenggara, H Mansur mengatakan kegiatan yang dilakukan lahir dari kesadaran kolektif.

"Menjaga laut adalah menjaga kehidupan, iman dan masa depan kita bersama," ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, menjaga kelestarian laut tidak hanya kewajiban ekologi, melainkan tanggung jawab moral spiritual umat beragama.

Baca juga: Bahas Pembangunan Embarkasi Haji Sulawesi Tenggara hingga STQH, Gubernur Sultra Temui Menteri Agama

"Untuk itu, kegiatan sore ini dapat menjadi ruang refleksi dan aksi nyata untuk menumbuhkan kesadaran bahwa merusak laut, berarti mengkhianati amanah yang kuasa, sementara menjaganya adalah bagian dari pengabdian bagi generasi di Sulawesi Tenggara," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, launcing tersebut juga mengundang Daeng Lala, YouTuber Kota Baubau yang memperkenalkan melaut secara tradisional pada wisatawan lokal maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, Daeng Lala dipakaikan rompi Satgas Ekoteologi Laut oleh Menteri Agama RI.

Untuk diketahui, Pantai Lakeba berjarak 7,4 kilometer (km) dengan waktu tempuh 37 menit dari Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Provinsi Sultra. (*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.