BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Tak terkecuali Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.
Banjir merendam sejumlah rumah warga yang terletak di beberapa RT di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, dan satu titik banjir juga masih bertahan di RT 4 Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru.
Banjir yang parah sempat merendam rumah warga kawasan Perumahan Terrace Pelangi di Jalan Tambak Buluh Landasan Ulin Timur. Akibatnya sejumlah warga harus diungsikan ke tempat aman seperti kantor kelurahan setempat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Siska Monalisa, menyampaikan bahwa persoalan banjir tidak dapat dipandang semata sebagai kejadian musiman, melainkan menjadi indikator adanya persoalan struktural yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Baca juga: Terdampak Banjir di Banjarbaru, Taridah dan Dua Anaknya Pilih Tidur di Atas Jembatan
Evaluasi yang dimaksud mulai dari aspek perencanaan, infrastruktur, hingga pengawasan pembangunan di Banjarbaru yang saat ini bertatus Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi memang merupakan faktor alam. Namun, dampak yang dirasakan masyarakat menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh pemerintah daerah.
“Penanganannya tidak bisa parsial, melainkan harus dilakukan secara lintas dinas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Siska menyebut, Komisi III menyoroti peran strategis sejumlah dinas, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup terkait kebersihan dan fungsi drainase lingkungan, Dinas PUPR dalam kapasitas dan desain saluran air.
Kemudian, BPBD dalam kesiapsiagaan serta sistem peringatan dini, hingga Dinas Perkim terkait tata kelola kawasan permukiman dan perizinan perumahan.
Selain itu, Dinas Kominfo diminta memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat saat hujan ekstrem, Dinas Perhubungan mengantisipasi dampak genangan terhadap kelancaran lalu lintas, DKP3 menjaga keberlanjutan lahan pertanian yang terdampak, serta Bapperida memastikan isu banjir menjadi prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Kami mendorong agar setiap dinas tidak hanya menyampaikan program rutin, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan, menyusun solusi yang konkret, serta menetapkan target yang jelas. Yang terpenting, kebijakan yang diambil harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Wapres Gibran Kunjungi Wilayah Banjir di Sungai Tabuk Kalsel, Pria Berbaju Akatsuki Ini Tuai Sorotan
Lanjut Siska, Komisi III DPRD Kota Banjarbaru berharap terbangunnya sinergi yang lebih kuat antar perangkat daerah, sehingga persoalan genangan dan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan serta kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah dapat terus terjaga.
Tidak lupa, Anggota DPRD ini juga menyampaikan inabuan untuk warga agar menjaga kebersihan lingkungan kurangi pemakaian sampah plastik gunakan bahan daur ulang.
“Langkah sederhana ini sangat penting untuk mengurangi resiko banjir dan melindungi tempat kita tinggal. Mari saling menjaga dan peduli demi keselamatan dan kenuamanan bersama,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)