Ekosistem Esport Sehat, Kadispendik Surabaya : Main Gim dan Akademik Perlu Seimbang
January 09, 2026 07:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan pengembang gim global, Moonton Games, membuka perhelatan Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025.

Turnamen esport yang menyasar segmen pelajar tingkat SD dan SMP ini berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, mulai Kamis (8/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati menekankan pentingnya keseimbangan antara hobi dan akademik.

Baca juga: Seperti Ini Target Kabupaten Jombang Jadi Pusat Pengembangan Atlet Esport di Jawa Timur

Ia meminta para guru dan orang tua untuk tetap memegang kendali pengawasan agar penggunaan gawai pada anak tetap dalam batas wajar dan produktif.

“Saya titip pesan kepada bapak dan ibu guru untuk membantu betul-betul melakukan pengawasan. Bahwa game yang sehat harus benar-benar dilakukan. Belajar dulu baru mabar, saya minta tolong diresapkan, kalau nggak sinau jangan boleh mabar. Karena ini menjadi penting,” ungkap Febrina Kusumawati di lokasi acara, Kamis (8/1/2026).

“Kegiatan seperti ini harus berjalan seimbang dengan proses belajar di sekolah,” tambah Febrina.

Wadah Positif untuk Salurkan Bakat di Bidang Esport

Ia menyebut, event ini diselenggarakan dalam wadah positif untuk mencari, membina, dan menyalurkan bakat prestasi di bidang esport. Khususnya mobile legends.

Melalui kompetisi ini, lanjutnya, para peserta tidak hanya diuji dari kemampuan bermain.

Baca juga: Polres Gresik Gelar Turnamen Esport Mobile Legends dan PUBG, Upaya Jauhkan Anak Muda dari Narkoba

Melainkan juga mengasah sportivitas, kerjasama, disiplin, dan pengendalian emosi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membentuk generasi muda yang prestasi, memiliki karakter baik dan menyeimbangkan antara akademik, minat dan dunia esport,” sebutnya.

Standar Baru Kompetisi Esport Pelajar

Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengatakan MLBB Goes To School 2025 dirancang untuk membangun peserta didik dalam mengembangkan keterampilan.

Turnamen ini diharapkan menjadi standar baru kompetisi esport pelajar di Indonesia yang mengedepankan nilai sportivitas, disiplin, dan literasi digital.

“Program ini juga bertujuan membangun kepercayaan diri siswa, menanamkan kebersamaan serta menunjukkan minat mereka bisa diarahkan menjadi aktivitas positif dan bermanfaat,” sebutnya.

Jawa Timur dipilih sebagai wilayah perintis karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur pendidikan dan dukungan aktif dari tenaga pengajar.

Tujuan besarnya bukan hanya mencetak atlet esport profesional, melainkan menanamkan nilai-nilai penting, komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir strategis sejak dini.

“Kami berharap turnamen menjadi sumber inspirasi terus bertumbuh. Bukan hanya pemain tapi menjadi pribadi yang berkarakter,” sebutnya.

Pembinaan Atlet Usia Dini

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Hadi Wawan, memandang turnamen ini sebagai momentum pembinaan atlet usia dini (nursery).

Menurutnya, usia SD dan SMP adalah fase fundamental untuk mendeteksi bakat-bakat baru di dunia olahraga prestasi.

“Kami memantau hasilnya karena ini bagian dari proses melihat perkembangan bibit atlet. Kami berterima kasih kepada Moonton yang menjadikan Jawa Timur sebagai lokasi perintis. Harapannya, kegiatan positif ini bisa menjangkau seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” pungkas Hadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.