TRIBUNJAMBI.COM - Ketegasan Polres Tebo, Polda Jambi dalam memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali membuahkan hasil.
Dalam sebuah operasi senyap yang digelar pada Rabu (7/1/2026), Tim Sultan bersama Unit Tipidter Satreskrim Polres Tebo berhasil membongkar praktik tambang ilegal yang bersembunyi di balik rimbunnya perkebunan sawit di Kecamatan Sumay.
Penggerebekan yang berlangsung dramatis sekitar pukul 12.30 WIB ini menyasar area kebun sawit di RT 004 Dusun Tanjung Kirai, Desa Puntikalo.
Di lokasi tersebut, petugas mendapati para penambang tengah asyik beroperasi tanpa menyadari kedatangan aparat.
Hasilnya, delapan orang terduga pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti.
Respons Cepat Atas Keresahan Warga
Kasat Reskrim Polres Tebo, Iptu Rimhot Nainggolan mengungkapkan operasi ini bermula dari aduan masyarakat yang merasa terganggu dan resah dengan dampak lingkungan akibat aktivitas ilegal tersebut.
“Para pelaku berikut barang bukti langsung kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas PETI,” tegas Iptu Rimhot Nainggolan, sebagaimana dilansir dari keterangan unggahan akun Instagram @jambisharing.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah alat bukti yang digunakan untuk mengeruk emas secara ilegal.
Baca juga: Polisi Bungo Jambi Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Untuk Kepentingan PETI
Baca juga: Daftar Vonis 3 Terdakwa Korupsi PT PAL di Jambi, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Baca juga: Sarang Kencing CPO Menjamur di Jambi: Warga Resah, Netizen Sangsi Aparat Berani Sikat
Polres Tebo menegaskan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi aktivitas yang merusak ekosistem dan merugikan negara tersebut.
Kini, kedelapan pria tersebut harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum.
Mereka dijerat dengan Pasal 158 UU Minerba, yang membawa ancaman hukuman penjara serius serta denda material yang sangat besar.
Unggahan penangkapan di akun @jambisharing ini langsung dibanjiri komentar warganet.
Meski banyak yang mendukung, tidak sedikit masyarakat yang memberikan kritik tajam terkait transparansi dan keberlanjutan razia tersebut.
Akun @kol*** memberikan dukungan penuh dengan menulis, "Terima kasih pak pol. Gas teruss," sementara @rid** mengingatkan agar operasi ini dilakukan secara menyeluruh.
"Ingat ya.. harus semuanya... harus dituntaskan... jangan hanya sebatas saja, besok-besok ada lagi," tulisnya.
Namun, nada skeptis juga muncul mengenai efektivitas razia di lapangan. Akun @sig*** dan @oxj*** menduga adanya kebocoran informasi sebelum polisi tiba.
Baca juga: Tutupan Lahan di Jambi Menyusut Drastis, Walhi Soroti Izin PBPH dan Maraknya PETI
Baca juga: Menanti Nyali Jokowi Hadiri Sidang Ijazah di PN Solo: Penggugat Tagih Janji
"Razia uda bocor," cetus mereka. Di sisi lain, warganet juga menantang kepolisian untuk menyasar aktor intelektual di balik para pekerja lapangan. "Kalo emang hebat tangkap toke nyo," tulis @_aj***.
DISCLAIMER
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.
Baca juga: Identitas Jasad Mengapung di Sungai Buta-Buta Mendahara Tanjabtim, Diduga Terbawa Arus
Baca juga: Sarang Kencing CPO Menjamur di Jambi: Warga Resah, Netizen Sangsi Aparat Berani Sikat
Baca juga: Daftar Vonis 3 Terdakwa Korupsi PT PAL di Jambi, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa