TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Korban hilang di Waduk Nipa-nipa, Makassar berhasil ditemukan, Jumat (9/1/2026).
Korban bernama Subu Dg Nai ditemukan tim gabungan sekira pukul 09.56 wita.
Titik penemuannya berada di hilir sungai, sebelum jembatan Bumi Tamalanrea Permai (BTP).
Mayat korban ditemukan setelah hari ketiga pencarian.
Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar (Damkarmat) Fadli Wellang menyampaikan, proses penyelamatan berlangsung dramatis.
Perahu yang digunakan petugas hampir karam atau tenggelam.
Dari video yang dikirim, terlihat bagian belakang perahu sudah terendam air.
Di atas perahu, terlihat ada tujuh personel Dinas Damkatmat.
Kantong jenazah berwarna oranye bertuliskan Basarnas juga ada di perahu tersebut.
"Kapal sudah hampir karam, prinsip kapten lebih baik tenggelam dari pada balik haluan," kata Herman petugas Damkar Makassar
Kronologi Hilangnya Subu Dg Nai Besama Perahu
Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang menyampaikan, Dg Nai dilaporkan hilang saat pergi ke sungai untuk mengecek jaring ikannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pamit kepada keluarganya sekitar pukul 17.00 Wita.
Ia berangkat dari rumah, di Kelurahan Je'nemadinging Kecamatan Pattallassang, Gowa mengendarai sepeda motor Repsol berwarna oranye.
Korban mengenakan baju cokelat dan topi berwarna merah hitam.
Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Merasa khawatir, pihak keluarga langsung melakukan pencarian ke lokasi yang biasa didatangi korban di sekitar sungai.
Namun, korban tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Keluarga hanya menemukan sepeda motor milik korban terparkir di sekitar area perkuburan yang berada tak jauh dari rumah warga.
Diduga, setibanya di sungai, korban menaiki perahu berwarna biru untuk menuju lokasi jaring ikan miliknya.
"Hingga saat ini, baik korban maupun perahu yang digunakannya belum ditemukan," kata Fadli Wellang.
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak berwenang dan tim pencarian gabungan, tim langsung melakukan upaya penyisiran di sekitar perairan Waduk Nipa-nipa hingga aliran Sungai Tallo.
Laporan dari tim di lapangan, giat yang dilakukan hanya penyisiran.
"Kondisi untuk penyelaman tidak perkenankan dilakukan karena arus deras dan debit air naik," ujar Fadli.
Unsur SAR yang terlibat pencarian:
1. Damkar kota makassar: 15 orang
2. Damkar Gowa: 10 orang
3. BPBD Kota Makassar: 15 orang
4. BPBD Kab Gowa: 10 orang
5. Babinsa 1 orang
6. Babinkantibmas : 1 orang
7. SAR UNM : 8 orang
8. SAR UNIBOS : 8 orang
9. SAR Marteam : 5 orang
10. SAR Ojol : 2 orang
11. SAR Pangan Makassar :2 orang
12. BAZNAS Maros: 4 orang. (*)