SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harapan Sriwijaya FC untuk bangkit dari keterpurukan akhirnya menemukan titik terang. Dibukanya bursa transfer periode kedua Pegadaian Championship 2025/26 pada 10 Januari–6 Februari 2026 menjadi momentum krusial bagi Laskar Wong Kito untuk keluar dari krisis pemain yang selama ini membelit.
Di bawah kendali manajer tim anyar Eko Saputro, pemilik Ereight Apparel, bersama Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Anggoro Prajesta, manajemen Sriwijaya FC bergerak cepat. Bersama head coach Budi Sudarsono, mereka dikabarkan telah menyusun rencana besar untuk merombak skuad di putaran kedua.
Tak main-main, beberapa pemain baru disiapkan, bahkan satu di antaranya adalah pemain asing yang diharapkan mampu menjadi pembeda di tengah krisis.
Keseriusan ini terlihat dari langkah cepat Budi Sudarsono. Mantan striker Timnas Indonesia yang dikenal dengan julukan Ular Piton dan Budigol itu sejak Selasa (6/1/2026) sudah berada di Jakarta untuk merancang ulang komposisi tim.
Hingga Kamis (8/1/2026) malam, Budi Sudarsono masih intens melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen Sriwijaya FC.
“Ya saya lagi meeting. Ini masih di Jakarta,” ujar Budi Sudarsono singkat kepada Sripoku.com.
Situasi Sriwijaya FC jelang laga ke-15 Pegadaian Championship 2025/26 melawan Persekat Tegal sungguh memprihatinkan. Dari sisa pemain yang ada, hanya 15 pemain yang siap diboyong ke Stadion Trisanja, Tegal, Sabtu (10/1/2026) pukul 15.30 WIB.
Kondisi ini terjadi setelah Ganjar Mukti Muhardiyana, kapten tim, dikabarkan memberi sinyal hengkang. Fajri Ardiansyah harus absen akibat kartu merah.
Namun, secercah harapan muncul. Ronny Suhatril, General Manager of Competition Operation I.League, menegaskan bahwa pemain yang disahkan mulai 10 Januari 2026 sudah bisa dimainkan di pekan ke-15, selama seluruh persyaratan administratif terpenuhi. Artinya, rekrutan baru Sriwijaya FC berpeluang langsung debut di Tegal.
Selain itu tiga pemain muda Sriwijaya FC asal Sumsel menyalakan api harapan menjadi alternatif untuk ikut berjuang di putaran kedua ini.
Mereka adalah M Arsy Pratama, Roby Andyka, dan Tyak (Dwi Setiawan). Ketiganya berharap nama mereka resmi didaftarkan untuk tampil di putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 bersama Sriwijaya FC, tim yang pernah berjaya sebagai raksasa sepak bola nasional.
“Semoga kami pemain lokal asal Sumsel didaftarkan tim Sriwijaya FC di putaran kedua,” ungkap Arsy, gelandang serang muda yang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik nasional U16 2021.
Arsy bukan nama asing. Ia pernah memperkuat Persikabo 1973 di EPA Liga 1 U18, bahkan sempat ditawari untuk dipinjam tim Nusantara Lampung. Namun, ia memilih bertahan.
“Saya ingin membela Sriwijaya FC. Ini tanah kelahiran saya,” tegasnya. Tak hanya trio pemain muda, Asep Suherman, bek kiri kelahiran Pesawaran 1998, juga menegaskan cintanya pada Elang Andalas.
“Saya akan bekerja keras dan bermain dengan penuh rasa cinta untuk Sriwijaya FC. Mudah-mudahan nama saya didaftarkan di PT LIB di putaran kedua ini,” ujarnya penuh semangat.
Baca juga: Sumsel United Waspadai Pemain Anyar PSPS, Nil: Kita Harus Siap
Dalam regulasi Pegadaian Championship 2025/26 PASAL 12 disebutkan yang mengatur tentang pendaftaran pemain.
1. Klub dapat melakukan pendaftaran Pemain sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) pemain dan paling banyak 35 (tiga puluh lima) pemain, dengan ketentuan:
a. maksimal 30 (tiga puluh) Pemain usia bebas;
b. minimal 5 (lima) Pemain U-21 (maksimal kelahiran 1 Januari 2005).
2. Klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal 3 (tiga) Pemain asing (non WargaNegara Indonesia).