Progres LRT Jakarta Fase 1B, Perlintasan Jalur Layang di Atas Tol Wiyoto Wiyono Tersambung Penuh
January 10, 2026 01:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) melalui proyek strategis LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencatatkan progres penting di awal 2026 melalui penyambungan penuh titik krusial perlintasan jalur layang di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono pada 9 Januari 2026.

Bentang girder sepanjang 120 meter ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melintas di atas jalan tol aktif dengan lalu lintas padat tanpa penutupan total.

Konstruksi dilaksanakan menggunakan metode balanced cantilever, yaitu pembangunan bertahap dan seimbang dari dua sisi, sehingga presisi struktur terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal.

Keberhasilan penyambungan perlintasan tersebut tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga menandai tersambungnya secara fisik jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka, yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi.

"Perlintasan di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono merupakan salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B. Kami bersyukur proses penyambungan dapat diselesaikan sesuai rencana. Capaian ini mencerminkan kolaborasi yang solid antara Jakpro, kontraktor, operator tol, serta para pemangku kepentingan," ujar Dian Takdir, Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Sabtu (10/1/2026).

Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen.

Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.

Pekerjaan track work telah mencapai 4,7 kilometer dari total 12,8 kilometer, sementara pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) tengah berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Dari sisi lingkungan, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan kendaraan pribadi.

Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta juga mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi publik, yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon perkotaan.

Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mencapai pengurangan emisi sebesar 2.927.250 ton CO₂ e, dengan target peningkatan jumlah penumpang hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.

Sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

LRT Jakarta berkontribusi pada pemenuhan gap indikator pembangunan kota, khususnya dalam menghadirkan ruang kota yang nyaman untuk dihuni, lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, aksesibilitas intra dan inter kota yang terkoneksi, serta kapasitas inovasi yang berkelanjutan.

"Pencapaian tersambungnya perlintasan di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono ini menjadi momentum penting menuju tahap penyelesaian berikutnya, sekaligus menegaskan komitmen Jakpro dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta," pungkas Dian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.