TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten OKU Timur pada Rabu hingga Kamis malam (7–8 Januari 2025) menyebabkan banjir kembali melanda Kecamatan Semendawai Suku III.
Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Kecamatan Semendawai Suku III menjadi salah satu wilayah terdampak paling signifikan.
Luapan Sungai Macak dan Sungai Belitang merendam ribuan rumah warga, lahan pertanian, serta melumpuhkan akses transportasi antar desa.
Camat Semendawai Suku III, H. Bunyamin, SE, mengatakan banjir terjadi akibat meningkatnya debit air sungai setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari berturut-turut.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Macak dan Sungai Belitang naik secara signifikan. Akibatnya, sejumlah desa kembali tergenang banjir dengan ketinggian air yang bervariasi,” ujar Bunyamin saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com Sabtu (10/1/2026).
Hasil peninjauan di lapangan, lanjut kata dia, menunjukkan sejumlah jalan poros desa tidak dapat dilalui akibat genangan air. Jalan yang terdampak antara lain Jalan Sriwangi – Cahaya Negeri, Jalan Trimoharjo – Taman Harjo, Jalan Trimoharjo – Gunung Sugih, Jalan Karang Binangun – Jayamulya dan Jalan Provinsi Petanggan Betung.
Genangan air di beberapa titik cukup tinggi sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Kondisi ini menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
“Saat ini beberapa jalur utama terputus. Warga terpaksa mencari jalan alternatif atau menunda aktivitas karena genangan air masih cukup tinggi,” jelas Bunyamin.
Baca juga: Daftar 4 Kecamatan OKI yang Teredam Banjir Akibat Hujan Deras, Petugas Mulai Evakuasi Warga.
Baca juga: Ini Daftar Wilayah di PALI Berpotensi Banjir, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada
Selain merendam permukiman, banjir juga memaksa sebagian warga mengungsi. Tercatat sekitar 30 kepala keluarga (KK) meninggalkan rumah mereka.
"Sebanyak lima KK mengungsi di tenda darurat, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat yang tidak terdampak banjir," ujarnya.
Desa-desa yang dilintasi Sungai Macak dan Sungai Belitang menjadi wilayah dengan genangan terdalam. Selain rumah warga, banjir juga merendam sawah dan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Prioritas kami adalah keselamatan warga serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi,” tambah Bunyamin.
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai. Jika curah hujan kembali meningkat, potensi banjir susulan masih terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, menjaga keselamatan keluarga, dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya,” pungkas Bunyamin.
Berdasarkan data sementara, total 1.037 rumah warga di Kecamatan Semendawai Suku III terdampak banjir dengan rincian sebagai berikut:
Desa Karang Marga: 152 rumah (ketinggian air 25–50 cm)
Desa Cahaya Negeri: 10 rumah (25–100 cm)
Desa Gunung Sugih: 117 rumah (25–50 cm)
Desa Kerujon: ketinggian air 10–30 cm
Desa Taman Jaya: 83 rumah (20–75 cm)
Desa Sriwangi Ulu: 162 rumah (30–75 cm)
Desa Taman Harjo: 132 rumah (25–100 cm)
Desa Margoreno: 57 rumah (25–100 cm)
Desa Taraman: 59 rumah (20–50 cm)
Ikuti dan Bergabung Dalam Saluran WhatsApp Tribunsumsel.com