SURYA.CO.ID - Ini lah duduk perkara yang memicu gugatan warga Banyuwangi Ressa Rizky Rossano (24) terhadap penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu alias Denada.
Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak kandung Denada menggugat karena merasa ditelantarkan oleh sang penyanyi.
Tak main-main Ressa menuntut ganti rugi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Nominal itu dihitung berdasarkan biaya pendidikan sejak SD hingga SMA dan biaya hidup.
Berikut duduk perkaranya:
Baca juga: Sosok Denada yang Digugat Ressa Rizky Terkait Tuduhan Telantarkan Anak, Dituntut Ganti Rugi Rp 7 M
Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menjelaskan, sebelumnya Ressa hanya tahu bahwa ia adalah anak dari bibi Denada yang ada di Banyuwangi.
Bersama bibi Denada itulah Ressa hidup dan tinggal selama ini.
"Dia (Ressa) sering mendengar selentingan bahwa dirinya bukan anak bibinya Denada, melainkan anak Denada. Hal itu baru ia ketahui secara pasti setelah lulus SMA, ketika diberi tahu oleh seseorang yang sangat ia percayai," kata Firdaus, Jumat (9/1/2026).
Setelah menerima informasi itu, Ressa telah beberapa kali menanyakan secara langsung dan meminta jawaban kepada Denada.
Namun, menurut dia, Denada tak pernah memberi jawaban yang seperti Ressa harapkan.
"Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya," sambung Firdaus.
Firdaus mengaku mengantongi beberapa bukti yang menyatakan bahwa Ressa adalah anak kandung Denada.
"Namun, bukti itu baru akan dibuka dalam pengadilan,” ujarnya.
Selama ini, Ressa dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi.
Sejak saat itu, Denada lepas tangan.
“Sejak Ressa dititipkan, Denada tak pernah menafkahi anaknya dan kebutuhan Ressa dipenuhi oleh keluarga Denada, salah satunya Bu Emilia Contessa (ibunda Denada),” ujar Firdaus.
Namun, semuanya berubah sejak Emilia meninggal dunia dan kondisi ekonomi keluarga memburuk karena tidak ada pemasukan sama sekali.
Karena kondisi ekonomi memburuk, Ressa yang sebelumnya menempuh pendidikan kuliah harus berhenti karena terkendala biaya.
Untuk mencukupi kebutuhannya, ia hidup dengan bekerja sebagai penjaga toko madura 24 jam di wilayah Banyuwangi Kota.
Karena merasa ditelantarkan, Ressa kemudian menggugat Denada.
“Anaknya sakit hati dan bertanya-tanya kenapa tega menelantarkan,” ucap Firdaus.
Kini, Ressa mengajukan permintaan ganti rugi yang nilainya mencapai miliaran rupiah dengan perhitungan akumulasi biaya pendidikan sejak SD hingga SMA dan biaya hidup.
“Semua biaya tersebut dimintakan kepada Denada untuk diganti dan diajukan kepada majelis hakim,” tandasnya.
Kuasa Hukum Denada, Muhammad Iqbal, mengatakan, pihaknya telah datang ke PN Banyuwangi saat mediasi digelar beberapa waktu lalu.
"Panggilan sidang sebenarnya sudah dilakukan tiga kali. Namun, yang sampai ke Mbak Denada hanya satu kali. Setelah itu, Mbak Denada menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya, itupun panggilannya tanpa disertai surat gugatan," kata Iqbal, Jumat (9/1/2025).
Iqbal mengaku baru mendapat materi gugatan saat mediasi. Namun, ia belum mempelajarinya dan belum mendiskusikannya dengan Denada.
"Jadi, terkait isi gugatan, konstruksi hukumnya, apa yang diminta, dan apa yang dimasukkan, masih belum jelas bagi kami," tuturnya.
Meski demikian, secara prinsip pihaknya siap menghadapi gugatan itu.
"Tetapi kami memang perlu waktu untuk membaca dan mempelajari surat gugatan tersebut terlebih dahulu," ujarnya.
Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan lahir 19 Desember 1978.
Ia adalah penyanyi, pemeran, dan model berkebangsaan Indonesia.
Denada merupakan putri sulung dari pasangan Emilia Contessa dan Rio Tambunan.
Mulanya, ia merupakan penyanyi pop yang mengambil spesialisasi rap.
Denada awalnya dikenal sebagai penyanyi rap pada awal 1990-an.
Ia meninggalkan karier sebagai penyanyi rap untuk melanjutkan pendidikan di Australia.
Sekembalinya dari Australia, Denada mencoba kembali ke dunia musik, tetapi berpindah jalur ke aliran dangdut.
Lagu-lagu dangdutnya sukses dan Denada bahkan masuk sebagai unggulan dalam beberapa penghargaan musik, di antaranya Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005.
Pada tanggal 15 Februari 2012, Denada menikah dengan Jerry Aurum, yang merupakan seorang fotografer di Bali.
Sebelumnya, Denada pernah menjadi model dari pemotretan yang dilakukan Jerry pada 2009, ketika Jerry meluncurkan album foto berjudul In My Room.
Pada tanggal 11 Desember 2012, Denada melahirkan seorang putri pertama, yakni Shakira Aurum.
Pernikahan keduanya berakhir perceraian pada 24 Juni 2015.