BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tapin Elya Hartati meninjau warga terdampak banjir di Dusun Thaibah, Kecamatan Tapin Utara, Kamis (8/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Hj Faridah mengimbau para orangtua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di genangan air banjir karena berisiko bagi kesehatan.
“Diimbau kepada orangtuanya agar anak-anak jangan bermain air. Air banjir ini tidak sehat, bisa menyebabkan penyakit seperti kutu air dan lainnya,” ujar Hj Faridah di sela kunjungan.
Ia menjelaskan, air banjir di kawasan tersebut diduga telah tercemar kotoran hewan dan berbagai limbah, sehingga sangat berbahaya jika anak-anak dibiarkan bermain tanpa pengawasan.
“Airnya ini sudah tercemar, ada kotoran dari binatang dan sebagainya. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak, apalagi bisa menimbulkan penyakit,” katanya.
Selain memberikan imbauan, Hj Faridah juga menjenguk kalangan perempuan di Dusun Thaibah serta menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir.
Bantuan juga disalurkan melalui sejumlah dinas terkait. Dari Dinas Kesehatan, warga menerima susu untuk anak-anak serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Baca juga: Pompa Air Dikerahkan, Pemda Tanahlaut Percepat Surutkan Banjir Kurau–Bumi Makmur Hingga Batibati
Sementara dari dinas lainnya turut disalurkan telur, makanan, serta bantuan kebutuhan dasar lainnya.
Hj Faridah berharap upaya penanganan banjir dapat segera dilakukan secara maksimal, khususnya di wilayah Kecamatan Tapin Utara, agar dampak terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
Sementara itu, sejumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Tapin mulai mengeluhkan gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit seperti gatal-gatal dan dermatitis, disusul infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) serta batuk dan pilek.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Puji Winarta, mengatakan keluhan tersebut umumnya muncul akibat paparan air banjir yang tercemar serta kondisi lingkungan yang kurang higienis.
Puji menjelaskan, selain penyakit kulit dan ISPA, pihaknya juga mewaspadai potensi penyakit berbasis lingkungan, air, dan vektor seperti diare, demam berdarah dengue (DBD), hingga leptospirosis.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Tapin terus memperkuat surveilans penyakit di wilayah terdampak banjir.
Ia menambahkan, Dinkes Tapin telah menyiapkan tenaga kesehatan beserta logistik kesehatan, mulai dari obat-obatan hingga bahan habis pakai, guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Edukasi kesehatan juga terus dilakukan agar warga dapat melindungi diri selama banjir masih terjadi.
Puji mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kontak langsung dengan air banjir dengan menggunakan sepatu boot, serta memastikan air minum berasal dari air matang atau air kemasan.
Warga juga diminta tidak mengonsumsi makanan yang terendam banjir, menutup luka agar tidak bersentuhan dengan air banjir, menggunakan kelambu atau obat nyamuk, serta segera menghubungi petugas kesehatan apabila mengalami keluhan penyakit. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)