Ibu Balita Idap Sakit Langka di Karanganyar Sambung Hidup dengan Live Tik Tok, Sehari Dapat 20 Ribu
January 10, 2026 01:54 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Meski pendapatan tak menentu, Dian Aruna Mahesi (34) tak putus asa. ia tetap melakukan live Tik Tok dalam rangka menyambung hidup memenuhi kebutuhan.

Aruna adalah ibu dari Aira Cahya Mekarsari (4), balita yang memiliki penyakit langka.

Ia dan suaminya, Ranto Mekarsari (39) tinggal di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Selain Aira, mereka masih memiliki dua anak lainnya.

Baca juga: Tawa Roy Suryo Tanggapi Pertemuan Jokowi dengan Eggi dan Damai Hari Lubis, Bantah Pecah Kongsi

Rezeki Lewat Media Sosial

Dian Aruna Mahesi diketahui membuat tiga akun TikTok sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan.

Ketiga akun tersebut masing-masing bernama @aira.pejuang.sembuh, @aira.istimewa, dan @airaanaksurga.

Melalui siaran langsung (live) di TikTok, Dian berharap memperoleh pemasukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga.

Namun, penghasilan yang didapat tidaklah besar.

“Kami juga menambah pemasukan untuk menyambung hidup dan membeli susu anak dengan main medsos di live TikTok, tapi risikonya di sana terkadang dapat gift yang tak seberapa,” kata Dian, Kamis (8/1/2026).

Penghasilan yang Tak Menentu

Dian mengungkapkan, hasil yang diperoleh dari siaran langsung di TikTok rata-rata hanya berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

Jumlah tersebut sangat bergantung pada gift yang diberikan penonton.

“Rp 50 ribu itu hasil akumulasi beberapa live, namun dari pihak TikTok sering terkena pembatasan apalagi kita spil anak, kita terkena pembatasan tidak bisa live 10 menit hingga tidak bisa live semi permanen,” ujarnya.

Pembatasan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena membatasi kesempatan Dian untuk terus melakukan siaran langsung.

Pernah Ikut Battle Coin Anak Istimewa

Sebelum rutin melakukan siaran langsung secara mandiri, Dian sempat mengikuti kegiatan Battle Coin bersama komunitas anak-anak istimewa di TikTok.

Dari kegiatan tersebut, ia sempat memperoleh hasil yang lebih besar.

“Dulu pernah ikut battle coin dan membantu anak-anak istimewa dan mendapatkan Rp 200 ribu - Rp 300 ribu namun sudah berhenti 6 bulan lalu karena kesibukan hostnya,” kata Dian.

Kini, Dian kembali mengandalkan siaran langsung secara mandiri meski hasilnya terbatas.

Upaya tersebut tetap dijalani demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan masa depan anak-anaknya.

Seperti diketahui, Aira didiagnosis menderita Sindrom Goltz dan Sindrom Sel Mast yang memicu jantung bocor serta berbagai komplikasi kesehatan.

Sindrom Goltz atau Focal Dermal Hypoplasia adalah penyakit genetik langka yang umumnya menyerang kulit, tulang, mata, dan organ tubuh lainnya.

Kondisi ini biasanya muncul sejak lahir dan lebih sering terjadi pada perempuan.

Sindrom Sel Mast atau Mast Cell Disorder/Mast Cell Activation Syndrome (MCAS) adalah kondisi ketika sel mast dalam tubuh terlalu aktif atau jumlahnya berlebihan.

Sel mast berperan dalam reaksi alergi dan sistem imun.

Akibatnya, penderita dapat mengalami gejala seperti reaksi alergi berat, ruam kulit, gatal, nyeri perut, diare, sesak napas, hingga penurunan tekanan darah. 

Dokter telah menyampaikan kepada dirinya bahwa penyakit yang diidap Aira termasuk langka dan belum ditemukan obatnya.

Meskipun demikian, ia menuturkan pihak dokter masih mengupayakan agar Aira bisa bertahan hidup dengan melakukan pengobatan-pengobatan medis.

(TribunSolo.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.