TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pergerakan rilisan fisik di skena musik independen Yogyakarta terus menemukan momentumnya sendiri.
Di tengah dominasi platform digital, sejumlah label memilih tetap merawat format fisik sebagai bagian dari narasi dan identitas karya.
Dari sudut pandang itulah Relamati Records melihat kembalinya COLDVVAVE bukan sekadar rilis baru, melainkan kelanjutan perjalanan band yang sempat terhenti.
Relamati Records menilai COLDVVAVE memiliki posisi yang khas di ranah musik gelap dan elektronik lokal. Band yang benihnya berasal dari Yogi Obluda (Jurumeya), dan Indra Menus (To Die) ini terbentuk di Yogyakarta sekitar awal 2014.
Setelah sempat vakum usai merilis kaset EP melalui Orange Cliff Records, COLDVVAVE kembali aktif dan tampil di salah satu panggung Cherrypop Fest 2025.
Menurut Martinus Indra dari Relamati Records, materi terbaru COLDVVAVE menunjukkan kesinambungan karakter musikal yang sudah terbentuk sejak awal.
“Single A Soul That’s Lost Its Shine memampatkan referensi musik COLDVVAVE dengan benang merah musik electronic 80an yang muram mulai coldwave, industrial sampai darkwave,” ujarnya.
Ia melihat pendekatan tersebut sebagai fondasi yang kuat, terutama ketika dipadukan dengan elemen lain yang lebih keras dan atmosferik.
Dalam proses rekaman, COLDVVAVE kembali melibatkan dua kolaborator live mereka, Yudhabrit dari Temaram dan Narcholocos serta Adit Anjay dari LKTDOV dan Paramex, untuk mengisi gitar dan bass.
Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 10 Januari 2026: Hari Baik Scorpio
Basic musik digarap oleh Yogi Obluda menggunakan Fruity Loops, sementara Indra Menus mengisi vokal dengan tema lirik refleksi memori yang menghantui manusia.
Single ini diproduseri oleh Wednes Mandra atau Rabu dan dirilis secara digital melalui Bandcamp bertepatan dengan hari penampilan mereka di festival tersebut.
Martinus menyebut perpaduan referensi yang dihadirkan COLDVVAVE menjadi salah satu alasan Relamati Records tertarik merilis karya ini dalam format fisik.
“Single ini memadukan referensi musik era 80an itu dengan balutan riff gitar post metal yang berat nan atmosferik di sana sini,” katanya.
Ia menilai pendekatan tersebut menghadirkan nuansa epik yang jarang ditemui, dengan bayangan coldwave klasik yang bertemu dentuman modern.
Pada Desember lalu, Relamati Records resmi merilis ‘A Soul That’s Lost Its Shine’ dalam format 7 inci flexi disc vinyl. Rilisan ini hadir dalam dua varian warna, hitam dan transparan, dengan jumlah terbatas.
Format fisik tersebut dipilih sebagai bentuk dokumentasi sekaligus perayaan kembalinya COLDVVAVE setelah jeda yang cukup panjang.
Flexi disc 7 inci ‘A Soul That’s Lost Its Shine’ dibanderol seharga Rp250 ribu dan dapat diperoleh melalui pesan langsung ke akun Instagram @coldvvave.yk atau @indramenus.(nto)