WNA Ceko Alami Cedera Setelah Diterjang Ombak di Pantai Kelingking, Dievakuasi di Tebing Curam
January 10, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko, Martelo Romano (50) mengalami cedera setelah diterjang ombak besar saat berwisata di Pantai Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (9/1/2025) sore.

Karena tidak bisa bangun setelah diterjang ombak, ia pun harus dievakuasi Tim SAR gabungan menyusuri tebing curam Pantai Kelingking.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berjalan di pinggiran pantai. Tanpa diduga, gelombang besar datang dan menghantam tubuhnya hingga terjatuh.

Baca juga: Cegah Kasus Di Laut, Polairud Gianyar Bali Tingkatkan Patroli, Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Akibat kejadian itu, korban mengalami kesulitan untuk berdiri dan membutuhkan bantuan evakuasi.

“Setelah diterjang ombak, korban terjatuh dan kesulitan berdiri,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.

Baca juga: Tetapkan Direkrut & Komisaris Baru, Pemkab Karangasem Tekankan Perseroda Harus Berkontribusi ke PAD

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada pukul 15.40 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, sebanyak empat personel Unit Siaga SAR Nusa Penida segera diberangkatkan menuju lokasi. 


Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena korban berada di area pantai dengan akses naik berupa anak tangga curam setinggi sekitar 170 meter.


Tim SAR gabungan tiba di Pantai Kelingking sekitar pukul 16.45 Wita dan langsung turun ke lokasi korban. Kondisi cuaca yang disertai hujan ringan serta medan yang terjal sempat menyulitkan proses evakuasi. 


Meski demikian, upaya penyelamatan akhirnya berhasil dilakukan sekitar pukul 17.35 Wita dengan membawa korban naik ke atas tebing.


Ambulans dari Klinik Griya Medika telah disiagakan di lokasi dan langsung membawa korban ke Klinik Griya Penida untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, korban mengalami dislokasi pada bagian pinggul.


“Korban langsung dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari keterangan medis, korban mengalami dislokasi pinggul,” tutup Cakra Negara.


Dalam operasi evakuasi tersebut, Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, antara lain Unit Siaga SAR Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Balawista Pantai Kelingking, BPBD Klungkung, tim medis Griya Penida, serta masyarakat dan rekan korban yang turut membantu proses penyelamatan. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.