Urban Farming Jadi Indikator Kinerja RT RW di Makassar, Apa Itu?
January 10, 2026 02:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar, Aulia Arsyad, meminta seluruh Ketua RT dan RW melaksanakan program pertanian perkotaan atau Urban Farming. 

Hal itu disampaikan Aulia saat menjadi pembicara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Banta Bantaeng, Jumat (9/1/2026).

"Urban Farming secara umum adalah pertanian di wilayah sempit, khususnya di perkotaan," ujar Aulia.

Urban Farming adalah program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham.

Urban Farming menjadi salah satu indikator penilaian kinerja ketua RT dan RW.

"Otomatis kalau salah satu penilaian kinerja RT RW tidak terpenuhi, ya, pasti akan penilaiannya berkurang juga, dan akan mempengaruhi insentif yang diperoleh," jelasnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Intai Makassar, Munafri Minta RT RW Siaga 24 Jam

Aulia memaparkan terdapat lima sektor Urban Farming, yaitu pertanian, peternakan, perikanan, budidaya magot, dan budidaya jamur.

"Diharapkan melalui kegiatan musrenbang ini, RT dan RW mengusulkan bantuan berupa bibit tanaman, bibit ayam petelur, bibit untuk budidaya ikan, budidaya magot, dan budidaya jamur," ucapnya.

Aulia mengatakan kegiatan Urban Farming bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan warga.

Ia berharap seluruh kelurahan saat ini sudah menyiapkan lahan untuk Urban Farming sebagai dukungan pelaksanaan program pemerintah kota.

"Dan ini sudah jadi penekanan bapak walikota bahwa semua RT RW harus ada lokasi Urban Farming di wilayahnya masing-masing," ucapnya.

Aulia Arsyad datang ke acara Musrenbang Kelurahan Banta Bantaeng saat acara hampir selesai.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.