7 Fakta Jalan Tol IKN Ambles di Segmen Karang Joang-KKT Kariangau, Perbaikan Rampung Sebelum Lebaran
January 11, 2026 02:08 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN) seksi 3A2 segmen Karang Joang-KKT Kariangau dilaporkan ambles.

Lokasi jalan tol IKN yang ambles ini masih berada di kawasan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti menyebut perbaikan jalan tol IKN yang ambles di segmen Karang Joang-KKT Kariangau ini ditarget rampung Maret 2026.

Menurut Diana Kusumastuti, tim lapangan telah menutup lokasi jalan tol IKN yang ambles. 

Baca juga: Jalan Tol IKN Ambles di Segmen Karangjoang–KKT Kariangau, Wakil Menteri PU Jelaskan Penyebabnya

Sabtu (10/1/2026, Wamen PU mengatakan, "Inventaris kerusakan menyeluruh pada slab on pile dan mengurangi timbunan pada lokasi disposal." 

Selain itu, Kementerian PU bersama penyedia jasa, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Hutama Karya (Persero)-PT Nindya Karya (Persero)-PT Brantas Abipraya (Persero) melakukan evaluasi dan rencana perbaikan permanen.

"Target penyelesaian perbaikan Maret 2026," ucap Diana.

Sementara, Pemimpin Proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A2, Arief Indriyanto memberi penegasan perbaikan jalan tol IKN yang ambles ini rampung sebelum Lebaran 2026.

Saat ini, kontraktor pelaksana menargetkan perbaikan dan konstruksi ulang SOP 1 dapat diselesaikan pada Maret 2026, sebelum masa fungsional Idul Fitri.

Untuk diketahui seksi 3A merupakan salah satu segmen yang fokus utama percepatan jalan tol IKN untuk tahun 2026.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, mengatakan progres fisik Jalan Tol IKN secara kumulatif telah menembus angka 80 persen.

Percepatan saat ini difokuskan pada tiga seksi utama yang menjadi tulang punggung konektivitas, yakni:

  • Seksi 3A Karang Joang-KKT Kariangau yang menjadi gerbang awal dari Balikpapan yang kini telah menunjukkan bentuk fisik hampir sempurna.
  • Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sebagai titik krusial yang menghubungkan jalur logistik pelabuhan.
  • Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang, merupakan jalur yang langsung mengarah ke jantung IKN via jembatan bentang panjang.

Dengan progres rata-rata yang menyentuh 80 persen, sebagian besar struktur perkerasan jalan (rigid pavement) dan jembatan penghubung antar-seksi telah rampung.

Fokus pengerjaan di awal tahun 2026 ini bergeser pada aspek pelengkap seperti pemasangan marka jalan, sistem penerangan, dan fasilitas keselamatan.

7 Fakta Jalan Tol IKN Ambles

1. Kronologi ambles 

Wamen PU Diana Kusumastuti menjelaskan kronologi kejadian amblesnya Tol IKN.

  • Rabu (7/1/2026) pukul 15.35 WITA sampai Kamis (8/1/2026) pagi, terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Tol IKN.
  • Kamis (8/1/2026) pukul 11.55 WITA, dilaporkan terjadinya pergeseran tanah timbunan disposal.
  • Jumat (9/1/2026) warga sekitar mengaku pertama kali mengetahui kondisi jalan patah saat hendak berangkat kerja pada Jumat pagi. Saat itu, jalan tol sudah dalam kondisi terputus.

2. Kesaksian warga

Sabtu (10/1/2026) Rahman, warga sekitar mengatakan, "Pas saya sampai tempat kerja, saya lihat jalannya sudah patah di sambungannya." 

Ia menuturkan, sehari sebelumnya, Kamis (8/1/2026) pagi, jalan tersebut masih dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

"Kamis pagi itu posisi saya baru selesai shift kerja dan mau pulang. Belum ada jalannya patah," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima dari rekan kerja, jalan tol mulai mengalami kerusakan pada Kamis sore, bertepatan dengan hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan.

"Pas hujan deras itu kejadiannya. Tiba-tiba patah," kata Rahman. Rahman mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab patahnya jalan tol tersebut.

Ia hanya memastikan kondisi jalan sudah roboh saat ia kembali beraktivitas pada Jumat pagi.

"Saya tahunya Jumat pagi pas masuk kerja sudah roboh. Tidak tahu kenapa," ucapnya.

3. Petugas segera lakukan penanganan

Pantauan Kompas.com di lokasi, petugas terlihat melakukan penanganan dengan menggunakan alat berat di titik ambruknya jalan tol. 

Sementara itu, overpass Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 11, Balikpapan Utara, mulai ditutup menggunakan pagar pengaman sejak Jumat pagi.

4. Bukan jalan patah 

Insiden tersebut dipastikan bukan jalan patah, melainkan pergeseran pada struktur slab on pile.

Pemimpin Proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A2, Arief Indriyanto, menjelaskan pergeseran terjadi pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter.

“Akibat hujan deras itu terjadi pergeseran pada timbunan lumpur di area disposal yang mengakibatkan pergeseran pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter,” kata Arief kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026) sore.

5. Penyebab

Arief menegaskan, insiden tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan manusia maupun beban kendaraan berlebih. “Ini murni karena faktor alam di luar prediksi kami,” ujarnya.

Untuk mencegah kerusakan meluas, pihak kerja sama operasi (KSO) telah merubuhkan atau memotong bagian ruas jalan tol yang terdampak.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pergeseran tidak menjalar ke area lain.

Arief juga memastikan struktur jalan tol yang mengalami kerusakan bukan merupakan konstruksi baru.

Pekerjaan slab on pile (SOP) 1 telah rampung sejak September 2024 dan sebelumnya tidak pernah mengalami kendala.

“Termasuk saat difungsionalkan pada Desember 2025 pada periode Natal dan Tahun Baru. Selama lebih dari satu tahun, jalur tersebut juga rutin dilintasi alat berat tanpa masalah,” tegas Arief seperti dikuttip TribunKaltim.co dari kompas.com.

6. Target perbaikan rampung sebelum Lebaran

Saat ini, kontraktor pelaksana menargetkan perbaikan dan konstruksi ulang SOP 1 dapat diselesaikan pada Maret 2026, sebelum masa fungsional Idul Fitri.

Pekerjaan dilakukan secara intensif siang dan malam. Dalam proses perbaikan, dikerahkan enam unit alat berat, terdiri atas empat breaker besar, dua breaker kecil, serta empat ekskavator untuk penanganan tanah di area disposal.

“Kami targetkan dalam 1,5 bulan ini bisa selesai dikerjakan dan jalur tersebut ditargetkan kembali dapat difungsikan dua lajur saat Lebaran,” ujar Arief.

7. BBPJN: Kerusakan jadi tanggung jawab kontraktor 

Kasatker IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Alfin Jerry, menegaskan biaya perbaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana karena proyek masih dalam tahap konstruksi.

“Tidak ada kerugian negara karena seluruh risiko proyek telah ditanggung kontraktor melalui skema asuransi Contractor All Risk (CAR),” jelas Alfin.

Ia menambahkan, tim lapangan saat ini tengah melakukan inventarisasi terhadap konstruksi jalan tol di segmen terdampak.

“Sekarang juga dilakukan inventarisasi oleh tim di lapangan, barangkali ada kerusakan lain,” katanya.

Target proyek tetap Desember 2026 

Alfin memastikan insiden di STA 23 Segmen 3A2 tidak akan memengaruhi target penyelesaian proyek Jalan Tol IKN yang direncanakan rampung pada Desember 2026.

Kontraktor diminta menyiapkan tim khusus untuk menangani perbaikan agar tidak mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan.

“Saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen lebih. Kami optimistis insiden ini tidak akan memengaruhi target penyelesaian proyek karena ada tim baru yang akan mengurusi,” kata Alfin.

Jalan Tol IKN Sempat Dibuka Fungsional

Diketahui ruas jalan tol yang mengalami kerusakaan itu sempat menjalani fungsional terbatas selama periode Natal 2025 dan tahun baru 2026, tepatnya pada 20 Desember 2025-4 Januari 2026 kemarin.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, selama fungsional terbatas ada 91.000 lebih kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

BBPJN Kaltim bahkan berencana kembali membuka akses Jalan Tol IKN ini secara terbatas untuk menyambut Idul Fitri tahun ini

Daftar 10 Segmen Jalan Tol IKN

Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, terdapat 10 ruas akses konektivitas yang dirancang untuk menyambungkan Balikpapan ke Tol IKN: 

1. Tol IKN Seksi 1 Bandara Sepinggan-Tol Balsam

  • Panjang: 8,80 kilometer
  • Akses utama dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan

2. Tol IKN Seksi 2 Tol Balsam (KM 11)-Karangjoang

  • Interkoneksi Tol Balikpapan-Samarinda 

3. Tol IKN Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau

  • Panjang: 13,40 kilometer
  • Menghubungkan logistik pelabuhan

4. Tol IKN Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung

  • Panjang: 7,30 kilometer
  • Jalur krusial penghubung antar seksi

5. Tol IKN Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang

  • Panjang: 6,67 kilometer
  • Koneksi jembatan bentang panjang ikonik

6. Jalan Bebas Hambatan Seksi 5B Jembatan Pulau Balang-Simpang Riko

  • Panjang: 13,20 kilometer
  • Menyambungkan sisi daratan Penajam

7. Jalan Bebas Hambatan Seksi 6A Simpang Riko-Rencana Outer Ring Road IKN

  • Panjang: 6,20 kilometer
  • Menuju lingkar luar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan

8. Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Simpang ITCI

  • Panjang: 5,70 kilometer
  • Akses logistik konstruksi berat

9. Jalan Seksi 6C Simpang ITCI-Sumbu Kebangsaan Sisi Timur

  • Panjang: 5,60 kilometer
  • Masuk ke kawasan pemerintahan (KIPP)

10. Tol IKN Seksi 4A/B Dermaga Logistik-Outer Ring Road KIPP

  • Khusus untuk percepatan logistik konstruksi

Tantangan Menuju Operasional Penuh

Membangun tol di IKN yang saat ini telah mencapai progres 80 persen, memiliki tantangan teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan di Pulau Jawa.

  • Pertama, struktur tanah di Kalimantan memerlukan perlakuan khusus agar tidak terjadi penurunan (land subsidence).
  • Tol IKN dirancang inklusif terhadap lingkungan, untuk itu dibangun koridor satwa (terowongan khusus hewan) agar habitat asli tidak terputus.
  • IKN diproyeksikan akan menggunakan sistem tol tanpa sentuh sejak awal, yang memerlukan integrasi data yang sangat presisi.

Baca juga: Alasan Jalan Tol IKN Ditutup Lagi Setelah Libur Tahun Baru 2026 Usai

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.