Lubang di Jl. Syaranamual Ambon Belum Ditangani, Picu Kecelakaan Berulang
January 11, 2026 03:52 PM

 


Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Satu pekan lebih berlalu, lubang besar hampir sedalam satu meter di jalan Syaranamual, Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, belum juga mendapatkan penanganan yang optimal hingga Minggu (11/1/2026).

Warga setempat menyebutkan, selama sepekan terakhir lubang tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Mulai dari kendaraan roda empat yang bannya terperosok ke dalam lubang, hingga pengendara sepeda motor yang terjatuh karena tidak menyadari keberadaan lubang di badan jalan. 

Untuk mengantisipasi bahaya, warga di sekitar lokasi berinisiatif memasang berbagai penanda darurat. 

Mulai dari kayu-kayu, ranting pohon, hingga memasang garis polisi, agar pengendara lebih waspada. 

Namun upaya tersebut dinilai tidak efektif.

Jalan Syaranamual merupakan jalan berstatus nasional dengan volume lalu lintas tinggi. 

Banyak pula kendaraan berat bermuatan konteiner menggunakan akses jalan ini tiap harinya.

Mobil konteiner yang tiap malamnya melintasi kawasan itu, kerap menyapu bersih penanda darurat yang dipasang warga. 

“Setiap hari dikasih tanda. Tapi kalau malam mobil konteiner lewat, itu sering disapu sampai penanda tidak kelihatan. Kan ukuran mobilnya besar to,” ujar Tina, pemilik tokoh di sekitaran lubang saat ditemui TribunAmbon.com di lokasi.

Baca juga: Harga Bawang Merah dan Putih di Pasar Rakyat Bula Stabil, Rp. 60 Ribu per Kilo

Baca juga: Pemuda Negeri Haya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pantai Labuan Tehoru

Ia menyebutkan, kecelakaan hampir terjadi tiap harinya. 

Warga bahkan sempat meletakan peti-peti tomat sebagai penanda tambahan, namun tetap tertabrak kendaraan besar. 

“Orang jatuh terus. Katong (warga setempat) taruh kayu, taruh apa saja, tetap malam dong (pengendara) tabrak. Kemarin dong taruh peti-peti tomat, tapi ditabrak lagi. Orang jatuh terus,” katanya. 

Menurut Tina, sopir mobil konteiner yang menabrak penanda sering kali tidak berhenti dan memilih melanjutkan perjalanan. 

“Mobil konteiner sering menabrak penanda. Dong lari tidak mau tau,” ujarnya. 

Tentu kondisi ini sangatlah membahayakan keselamatan pengguna jalan, mengingat lokasi berada di jalur nasional dengan arus lalu lintas padat. 

Diharapkan pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius, ataupun bisa berdampak terhadap kondisi lubang yang semakin melebar akibat tekanan kendaraan bertonase besar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.