TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pembangunan flyover di Kecamatan Kroyan, Kabupaten Cilacap, belum menjadi perhatian pemerintah pusat.
Mereka memprioritaskan pembangunan flyover di perlintasan Randegan, Kecamatan Sampang.
Padahal, kemacetan di perempatan Kroya akhir-akhir kian parah.
Titik simpul pertemuan arus dari Banyumas, Yogyakarta, hingga pusat Kota Cilacap tersebut terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Kondisi ini menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di jalur selatan Jawa Tengah.
Kepadatan lalu lintas semakin parah ketika kereta api melintas karena penutupan palang pintu berlangsung cukup lama sehingga antrean kendaraan mengular di jalur nasional.
Baca juga: Bosan Terlambat Kerja Gara-gara Macet di Perlintasan Kroya Cilacap, Warga Minta Realisasi Flyover
Seorang warga Kroya, Rudi mengatakan, kemacetan sudah menjadi persoalan menahun yang belum menemukan solusi nyata hingga saat ini.
"Setiap pagi dan sore pasti macet, apalagi kalau kereta lewat, bisa lebih dari 30 menit kendaraan tidak bergerak," ujar Rudi, Minggu (11/1/2026).
Ia berharap, pemerintah daerah dan pusat segera menghadirkan solusi jangka pendek untuk mengurangi kemacetan perempatan Kroya, seperti penambahan petugas lalu lintas dan rekayasa arus kendaraan.
Mereka juga berharap pembangunan flyover Kroya Cilacap bisa terealisasi karena proyek tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengurai kemacetan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Djasun, menyampaikan bahwa pembangunan flyover di Kroya belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
"Waktu itu, Pak Kepala Dinas sudah berhubungan dengan kementerian."
"Tetapi karena ada keterbatasan anggaran, (pembangunan flyover) untuk wilayah Kroya belum bisa dilaksanakan tahun ini," kata Djasun.
Menurut Djasun, pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pembangunan flyover di wilayah Randegan, Kecamatan Sampang, yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2028.
"Insyaallah (flyover) di Randegan, berdasarkan hasil zoom dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian, tahun 2028 mulai dibangun dengan skema KPBU atau kerja sama pemerintah dan badan usaha," jelasnya.
Baca juga: Rawan Meluap, BBWS Citanduy Cek Sungai Cirajayu dan Cikawung di Cilacap untuk Cegah Banjir
Ia menambahkan, proyek tersebut nantinya berpotensi dikerjakan oleh sejumlah BUMN konstruksi, seperti Adhi Karya, Waskita Karya, maupun badan usaha lain.
"Yang fix, sementara itu (flyover Radegan)."
"Mudah-mudahan tidak ada perubahan karena kondisi perekonomian Indonesia sekarang memang sedang seperti ini," tuturnya. (*)