TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan sikap politiknya menolak wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah yang akan mengembalikan proses pemilihan melalui DPRD. Politisi muda yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu menyebut langkah tersebut tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang telah diperjuangkan sejak era reformasi.
Sikap tegas tersebut disampaikan Mas Dhito usai mengikuti Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 partai di Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Menurutnya, pemilihan langsung oleh rakyat merupakan fondasi penting dalam sistem demokrasi di Indonesia.
"Tegas (menolak-red)," kata Mas Dhito menanggapi wacana tersebut.
Mas Dhito menilai kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, merupakan pemimpin yang sehari-hari berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat. Karena itu, rakyat harus diberi hak penuh untuk menentukan siapa yang akan memimpin daerah mereka.
Baca juga: Cemburu Buta, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Kekasihnya di Sumbergempol hingga Ludes
Mas Dhito berpandangan, mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD justru berpotensi menjauhkan pemimpin dari rakyat. Dalam konteks itu, pilihan masyarakat tidak lagi menjadi penentu utama.
"Kalau orang yang paling bersentuhan dengan masyarakat ini tidak dipilih oleh rakyat, maka ini menciderai cita-cita reformasi," ungkapnya.
Menurut Mas Dhito, reformasi yang telah diperjuangkan sejak 1998 bertujuan membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas, termasuk dalam memilih pemimpin daerah. Karena itu, setiap upaya yang berpotensi menggerus hak tersebut patut dikritisi.
Sikap Mas Dhito tersebut sejalan dengan garis politik PDI Perjuangan yang sejak awal menolak wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Partai berlambang banteng itu menilai kedaulatan rakyat harus tetap menjadi dasar dalam proses demokrasi.
Mas Dhito juga mengingatkan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang selama ini menekankan pentingnya kader turun langsung ke masyarakat. Dalam pandangannya, kekuatan partai justru terletak pada keberpihakan kepada rakyat.
"Sebagaimana tema Rakernas, disanalah aku berdiri untuk selama lamanya, maka PDI Perjuangan akan selalu berdiri selama-lamanya bersama rakyat," ungkapnya.
Selain menyampaikan sikap politik terkait pilkada, Mas Dhito juga menitipkan pesan khusus kepada kader PDI Perjuangan di Kabupaten Kediri. Ia meminta agar kegiatan partai lebih terbuka dan melibatkan masyarakat luas.
"Pesannya kepada kader PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, kalau acara yang diundang jangan kebanyakan anggota partai, yang diundang masyarakat umum," pungkasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)