TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Provinsi Kalimantan Timur, Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP.
Apel gabungan yang melibatkan personel TNI, Polri, dan instansi terkait Pemerintah Provinsi Kaltim ini berlangsung khidmat di Lapangan Merdeka II, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (11/1/2026).
Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., bertindak langsung sebagai pimpinan apel.
Ia menginstruksikan pengecekan menyeluruh terhadap Satuan Tugas Pengamanan VVIP, mulai dari kesiapan personel, materiil, hingga sarana pendukung lainnya.
Baca juga: Agenda Presiden Prabowo Subianto ke Kaltim, Resmikan RDMP hingga Tinjau Sekolah di IKN
"Sore hari ini kita berkumpul untuk memastikan kesiapan pengamanan. Ada dua agenda besar di wilayah kita yang menuntut rasa aman dan nyaman bagi pimpinan negara selama kunjungan kerja ini," ujar Danrem dalam arahannya sebagai Dansatgaspamwil Operasi Pengamanan VVIP.
Tiga Penekanan Utama Danrem 091/ASN
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Anggara Sitompul menekankan tiga poin krusial yang harus dipedomani oleh seluruh pasukan:
Jangan Terjebak Rutinitas Danrem mengingatkan bahwa meski pengamanan VVIP sering dilakukan, seluruh personel dilarang lengah.
"Jangan sampai karena sering dilakukan, kita kehilangan prinsip kewaspadaan dan kedisiplinan. Tetaplah profesional dan humanis, namun fokus pada tugas pokok masing-masing," tegasnya.
Seluruh personel, baik yang BKO dengan Paspampres maupun yang berjaga di rute, diminta memahami perannya secara detail.
Monitoring situasi harus dilakukan secara intensif, mulai dari persiapan malam ini hingga detik-detik menjelang kedatangan (H-30 menit).
Ia juga memerintahkan sterilisasi rute agar tidak ada hambatan yang mengganggu kenyamanan perjalanan Presiden.
Danrem mewajibkan setiap penggunaan kekuatan di Ring 2 dan Ring 3 sesuai dengan Protap dan dilaporkan secara berjenjang.
Ia juga menitikberatkan pada kesejahteraan prajurit di lapangan.
"Unsur Logistik dan Operasi harus memastikan kebutuhan personel terpenuhi. Jangan sampai ada anggota yang tidak mendapatkan dukungan logistik," tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Danrem mengingatkan personel yang bertugas di lokasi jauh agar selalu memperhatikan faktor keamanan selama pergerakan di jalan.
"Saya yakin, dengan fokus pada tugas dan komunikasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar," tuturnya.
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kita perlindungan dan kesuksesan dalam tugas mulia ini," pungkasnya. (*)