Usai Jokowi Maafkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Pengacara Ungkap Target, Roy Suryo Cs Keukeuh
January 12, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipastikan sudah memaafkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, tersangka kasus dugaan ijazah palsu yang datang ke rumahnya di Sumber, Solo, pada Kamis (8/1/2026). 

Adanya maaf Jokowi ini diungkapkan kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan seusai pertemuan dengan mantan presiden di kediamannya, Sabtu (10/1/2026). 

"Tentunya Pak Jokowi juga memaafkan ya, tentunya karena itu salah satu agendanya," kata Yakup dikutip dari tayangan Metro TV pada Minggu (11/1/2026). 

Meski sudah ada maaf, namun Yakup belum menjamin perkara yang melibatkan Eggi dan Damai Hari Lubis akan dihentikan. 

Dikutip dari Tribun Solo, Yakup mengaku mendapat cerita lengkap dari Jokowi terkait pertemuannya dengan Eggi dan Damai.

Baca juga: Eggi Sudjana Akhirnya Angkat Bicara Usai Bertemu Jokowi di Solo, Publik Menunggu Pengakuan Terbuka

"Tentunya tadi Bapak menceritakanlah kepada kami, ceritanya dari awal seperti apa. Bapak juga sangat menghormati itikad baik dari dua tersangka tersebut. Sehingga tentunya nanti akan kami lihatlah progresnya seperti apa ke depannya," ungkapnya.

Menurutnya, Jokowi menerima kedatangan Eggi Sudjana dan Damai Lubis sehingga pertemuan berlangsung hangat.

 “Memang tertutup, tapi secara umum acaranya sangat kekeluargaan. Karena ini pertemuan prinsipal dengan prinsipal, jadi sifatnya hati ke hati,” tandasnya.

Meski telah meminta maaf, Yakub masih berdiskusi dengan Jokowi terkait kelanjutan perkara.

“Karena ini sudah masuk ranah hukum, semuanya harus diformalkan. Apakah nanti ada penghentian atau bagaimana, itu harus melalui mekanisme yang sah,” katanya.

Hingga kini penyidik masih menunggu keterangan dari ahli dan saksi yang diajukan tersangka.

Yakub menegaskan Jokowi tidak ingin memenjarakan pihak-pihak yang terlibat.

“Target kami adalah perkara ini disidangkan agar pak Jokowi mendapatkan kepastian hukum terkait ijazahnya dan pemulihan nama baik,” tuturnya.

Menurutnya, Jokowi menghormati proses hukum yang masih berjalan.

“Pak Jokowi dalam keadaan sehat dan tetap mengikuti perkembangan situasi dengan tenang. Prinsip beliau jelas, menghormati hukum dan tidak akan mengintervensi proses apa pun,” pungkasnya.

Roy Suryo Cs Tak Goyah

Kuasa hukum Roy Suryo Cs Abdul Gafur Sangaji memastikan manuver Egi dan Damai Lubis tidak akan menggoyang sikap tersangka lainnya.

Ia menjamin Roy Suryo dan kawan-kawan tetap pada komitmen awal, yakni menyelesaikan kasus ini lewat jalur hukum demi membuktikan dugaan ijazah palsu di persidangan.

"Sama sekali tidak mewakili kepentingan tersangka-tersangka lainnya. Dalam hal ini manu manuver hukum tersebut adalah langkah pribadi yang tentu memang kami hargai gitu ya. karena ee itu adalah pilihan pribadi yang sifatnya dimungkinkan dalam KUHAP gitu ya.

Jadi itu bukanlah satu kesepakatan yang dibangun terlebih dahulu dengan para tersangka lainnya gitu," tegasnya. 

Rismon Menunggu Keterangan Eggi

TAK ILMIAH - Kabud Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebut buku Jokowi's White Paper tak ilmiah. Pernyataan ini membuat Rismon Sianipar sakit hati.
TAK ILMIAH - Kabud Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebut buku Jokowi's White Paper tak ilmiah. Pernyataan ini membuat Rismon Sianipar sakit hati. (Kompas TV/Tribunnews.com)

Di acara Metro TV, tersangak lain, Rismon Sianipar menegaskan tidak akan meminta maaf sampai kapanpun.   

"Sampai detik ini dan sampai kapan kita mempercayai bahwa bukti akademik dan bukti ilmiah itu sampai saat ini tidak terbantahkan," katanya. 

Rismon menyebut transkrip nilai membantah keaslian ijazah Jokowi. 

"Di samping bukti akademik juga kami punya bukti ilmiah. Jadi tidak ada rencana apapun untuk apa maaf memaafkan," katanya. 

Rismon justru mengungkap rumor adanya keterlibatan penyidik atau pejabat Polda Metro Jaya di dalam pertemuan antara Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis dan Jokowi.  

"Terus kalau memang ada konteksnya secara etika dan profesionalisme itu bagaimana? itu menjadi wacana publik nanti," katanya. 

Rismon menyebut kunjungan Eggi dan Damai ke rumah Jokowi tidak dikomunikasikan dengan dia maupun timnya. 

Karena itu dia sangat terkejut dan kecewa mengapa hal itu tidak dikomunikasikan dengan pihaknya. 

Padahal, lanjut Rismon, di awal-awal kasus ini, Eggi Sudjana lah yang mengundang dia, Roy Suryo dan dr Tifa untuk menjadi ahli TPUA di kasus yang dilaporkan ke Bareskrim. 

"Nah, jangan sampai sekarang justru seperti lepas tangan dan tidak ada info sama sekali dan tidak ada konfirmasi sampai detik ini ya," katanya. 

Saat ini, Rismon menunggu Eggi dan Damai untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam pertemuan tersebut. 

"Yang terima kami hanya mendengar rumors-rumors. Salah satunya tadi ya keberadaan penyidik maupun pejabat PO Metro Jaya ee katanya juga tidak ada maaf-maafan gitu," katanya. 

Eggi Sudjana Akhirnya Bersuara

TEMUI JOKOWI - Eggi Sudjana di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019). Eggi baru-baru ini jadi sorotan karena temui Jokowi di Solo di tenga kasus ijazah yang menjeratnya. Ia akhirnya angkat bicara terkait pertemuan tertutup tersebut.
TEMUI JOKOWI - Eggi Sudjana di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019). Eggi baru-baru ini jadi sorotan karena temui Jokowi di Solo di tenga kasus ijazah yang menjeratnya. Ia akhirnya angkat bicara terkait pertemuan tertutup tersebut. (kompas.com)

Aktivis hukum Eggi Sudjana akhirnya merespons derasnya spekulasi publik terkait pertemuan tertutupnya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah.

Namun alih-alih langsung membuka isi pertemuan, Eggi justru memilih menahan penjelasan dan meminta publik menunggu waktu yang ia tentukan sendiri.

Sikap itu kian memantik perhatian karena pertemuan tersebut terjadi saat Eggi berstatus tersangka dalam perkara dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi.

Di ruang digital, tafsir berkembang liar, dari dugaan permintaan maaf hingga asumsi adanya upaya penyelesaian personal di luar jalur hukum.

Eggi tidak membantah, juga tidak membenarkan. Ia hanya memberi satu penanda waktu.

“Jumat (16/1) depan insyaaAllaah saya jelaskan ya,” kata Eggi singkat, Sabtu (10/1/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Kalimat itu sederhana, namun cukup untuk menunda sekaligus menjaga tensi publik tetap menyala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.