Renungan Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Semangat Baru: Semangat Pertobatan
January 12, 2026 01:47 PM

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Senin 12 Januari 2026.

Tema renungan hari ini “"Semangat Baru: Semangat Pertobatan".

Bacaan hari 1Sam. 1:1-8; Mzm. 116:12-13,14,17,18-19; Mrk. 1:14-20 dan cO Kej 1:1-2:4a.

Baca juga: Renungan Katolik Senin 12 Januari 2026, Kujadikan Penjala Manusia

Bacaan Pertama:


1Sam 1:1    Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.

1Sam 1:2    Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.

1Sam 1:3    Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.

1Sam 1:4    Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.

1Sam 1:5    Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.

1Sam 1:6    Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.

1Sam 1:7    Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.

1Sam 1:8    Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"

Mazmur Tanggapan:


Mzm 116:12    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?

Mzm 116:13    Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,

Mzm 116:14    akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Mzm 116:17    Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,

Mzm 116:18    akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

Mzm 116:19    di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya!

Injil Katolik:

Mrk 1:15    kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Mrk 1:16    Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

Mrk 1:17    Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Mrk 1:18    Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Mrk 1:19    Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

Mrk 1:20    Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Renungan Harian Katolik

"Semangat Baru: Semangat Pertobatan"
 
Secara liturgis, masa Natal berakhir pada Pesta Pembaptisan Tuhan yang 
dirayakan kemarin. Hari ini, kita memasuki masa biasa. Kita memulai 
perjalanan mengikuti Yesus dalam keseharian tugas dan pekerjaan kita. 
Tapi bukan dengan melanjutkan kebiasaan lama, melainkan dengan 
semangat baru, itulah semangat pertobatan atau semangat pembaharuan 
diri terus menerus. 

Seruan Yesus menjadi pengingat bagi kita: ―Waktunya telah genap; 
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!‖ 
Yesus kembali menyadarkan pendengar dan para Rasul bahwa waktunya 
telah genap. Saat keselamatan telah tiba. Yesus datang untuk 
menyelamatkan semua orang berdosa jika mereka percaya dan ingin 
mengubah hidupnya. 

Tahun 2025 yang baru saja kita lalui adalah Tahun Yubileum. Pintu-pintu 
pengampunan telah dibuka bagi kita, agar kita mengalami sukacita oleh 
belaskasih Allah Bapa yang selalu mengampuni kita bila kita bertobat, 
dan kembali ke jalan yang benar, melewati pintu yang ditunjuk Tuhan. 
Roh Kudus selalu mengetuk hati kita agar kita bertobat, meninggalkan 
kebiasaan lama yang penuh dosa, dusta, kesombongan, iri hati, dengki 
dan ingin membalas dendam, merasa diri paling benar dan selalu 
menyalahkan orang lain. Berprasangka buruk dan berpikiran negatif, 
memuaskan hawa nafsu dan mengejar kenikmatan. Semuanya ini 
menjauhkan kita dari Tuhan, dan membuat kita akhirnya tersiksa dan 
merana dikejar dosa. 

Yesus meminta kita untuk bertobat dan percaya pada Injil. . Bertobat 
berarti mengubah arah (menjauhi dosa dan mendekat kepada Allah). 
Tanpa pertobatan orang tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. 
Percaya berarti menyerahkan hidup kepada Allah, bukan sekadar 
menerima-Nya secara intelektual; percaya berarti memiliki hubungan 
yang didasari keyakinan pribadi. Yesus telah membawa Kerajaan-Nya 
datang ke dunia. Manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan itu dengan 
bertobat dari dosa-dosanya dan tetap tinggal di dalam Kerajaan itu 
dengan terus mempercayai Yesus (ay.15). Yesus adalah kabar baik itu. 
Yesus kemudian memilih empat murid (dua pasang kakak-beradik) yang 
adalah nelayan-nelayan sederhana. Allah sering memilih apa yang bodoh, 
lemah, dan rendah di mata dunia (1 Korintus 1:27-29)—Dia menggenapi 
tujuan-tujuan-Nya semata-mata dengan kasih karunia dan kuasa-Nya. 
Dengan murah hati Dia memilih mereka untuk berperan serta dalam 
misiNya. Yesus memilih dan mengajak mereka untuk menjadi tim 
sekerjaNya dalam mewartakan Kerajaan Allah dan kabar gembira kepada  
segala bangsa. Bekerja dalam tim menjadi kekuatan yang digunakan 
Yesus untuk memenangkan hati dan jiwa banyak orang. ―Mari, ikutlah Aku‖ (ay.17) adalah tugas utama seorang murid. Kita perlu menyingkirkan segala hal lainnya dan kembali pada panggilan sederhana yang utama ini: mengikut Yesus. Kita harus selalu kembali kepada-Nya 
karena sangat mudah bagi kita untuk beralih fokus dan kehilangan 
tujuan. Kita harus terus mengikut Yesus, bukan mengikuti kata orang 
banyak, atau kata hati kita sendiri. Mengikut Yesus berarti menyediakan 
diri untuk dipimpin oleh-Nya dan rela melepaskan segala hal yang lain 
demi menaati pimpinan-Nya. Tidak ada hal lain yang terlalu berharga 
atau terlalu penting untuk ditinggalkan demi mengikut Yesus. Murid
murid pertama ―segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia‖ (ay.18). 
Dua dari mereka bahkan ―meninggalkan ayahnya‖ (ay.20). Kiranya 
semangat pertobatan menjadi semangat kita di Tahun Baru ini. Mari kita 
saling mengingatkan untuk kembali ke jalan Tuhan. 
Doa:  

Ya Yesus, jadikanlah aku penjala manusia yang mampu memberikan 
kedamaian dan kegembiraan sejati bagi semua orang yang aku layani. 
Semoga semakin banyak orang yang percaya kepadaMu...Amin.  

Sahabatku yang terkasih, Selamat hari Senin. Semangat Senin, semangat 
pembaharuan diri. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di 
mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
.(Sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.