TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) selama sepekan terakhir menyebabkan debit Sungai Kuantan mengalami peningkatan.
Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing memastikan bahwa ketinggian air masih dalam ambang batas normal.
Kalaksa BPBD Kuansing, Yulizar, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan, termasuk berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang merupakan daerah hulu Sungai Kuantan.
"Dari informasi BPBD Sijunjung, intensitas hujan di daerah itu juga tinggi dan debit sungai mengalami kenaikan, namun masih dalam kondisi normal," ujar Yulizar, Senin (12/1/2026).
Meski saat ini belum ada potensi banjir besar, Yulizar tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan luapan air sungai, terutama jika hujan deras terus berlanjut.
Selain banjir, BPBD juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman bencana lain seperti tanah longsor dan pohon tumbang, terutama di kawasan jalur lintas Kuansing-Pekanbaru dan Kuansing-Sumbar yang berada di daerah perbukitan.
Baca juga: Kebun Pemda Kuansing Kembali Dirazia, 14 PETI Dimusnahkan
Baca juga: Dana Transfer Provinsi Belum Cair, Perangkat Desa se Kuansing Gigit Jari
Ia juga meminta kepada seluruh relawan di setiap kecamatan untuk siaga dengan potensi bencana di wilayahnya masing-masing.
"Relawan harus melakukan pemantauan dan melaporkan secara berkala agar dapat disikapi segera," ujarnya.
Untuk menanggulangi bencana longsor, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menyiagakan alat berat.
Hingga saat ini Dinas PUPR telah menyiagakan enam unit alat berat di lokasi rawan longsor.
"Ada tiga kecamatan di Kuansing yang masuk kategori rawan longsor, yakni Kuantan Mudik, Pucuk Rantau, dan Singingi," ujarnya.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW)