SURYA.CO.ID - Roy Suryo blak-blakan menyebut Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebagai pecundang setelah keduanya mendatangi kediaman pribadi Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada Kamis (8/1/2026).
Roy Suryo menilai, pertemuan tertutup itu adalah akhir perjuangan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam kasus ijazah Jokowi.
Diketahui, sebelumnya Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik kerena tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Eggi Sudjan dan Damai Hari Lubis, termasuk Roy Suryo cs dilaporkan oleh Jokowi ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025.
Mengetahui Eggi dan Damai berbalik arah, Roy Suryo mengaku menertawakan keduanya.
“Kami kalau dalam tim kuasa hukum, advokasi dan akademisi, kita tertawa malah. Oh, cuman segitu toh akhirnya kalian berdua itu. Gitu loh,” kata Roy Suryo dalam tayangan Program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Jumat (9/1/2026).
Menurut Roy, langkah menemui Jokowi di tengah proses hukum adalah bukti bahwa mentalitas mereka bukan lagi seorang petarung.
“Kita kan menertawakan aja mereka ternyata ya. Ternyata cuman sampai segitunya. Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang,” tegas Roy.
Meskipun sama-sama mempermasalahkan ijazah Jokowi, Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berada dalam satu kelompok dengan Eggi Sudjana.
Hal ini ia sampaikan untuk membantah isu adanya perpecahan atau pecah kongsi di antara mereka.
“Dari dulu memang kami enggak pernah set apa saya tidak pernah bersama-sama dengan Eggi dalam satu kuasa hukum. Enggak ada,” ungkapnya.
Baca juga: Usai Jokowi Maafkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Pengacara Ungkap Target, Roy Suryo Cs Keukeuh
Roy menjelaskan bahwa tim hukumnya berbeda jalur dengan Eggi.
“Eggi juga tidak dibawah Pak Khozinudin. Eggi juga tidak dibawah Abraham Samad, juga tidak dibawah Pak Petrus,” imbuh Roy.
Terkait motif di balik pertemuan yang disebut-sebut berlangsung penuh suasana haru itu, Roy meminta agar publik menanyakan langsung kepada Eggi.
“Nah, makanya itu tanyakan ke Eggi. Jadi saya kira untuk baiknya Eggi harus menerima telepon dari redaksi,” ujarnya.
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menerima kunjungan dua tersangka kasus pencemaran nama baik, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, di kediamannya yang berlokasi di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (9/1/2026) sejak sore hingga malam hari.
Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi (ReJo), Muhamad Rahmad, mengungkapkan bahwa pertemuan itu berlangsung secara tertutup dan tidak disertai dokumentasi.
Meski demikian, ia menyebut momen pertemuan berlangsung emosional, bahkan Jokowi dan Eggi sempat berpelukan saat bertatap muka.
Dalam kesempatan tersebut, Eggi juga menyerahkan sebuah buku berjudul OST JUBEDIL kepada Jokowi.
“Kami yang menyaksikan turut berkaca-kaca. Pertemuan Pak Eggi Sudjana dan Pak Hari Damai Lubis dengan Pak Jokowi adalah pertemuan patriotik yang patut menjadi suri teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Rahmad, dikutip dari TribunSolo, Jumat (9/1/2026).
Rahmad kemudian memaparkan kronologi yang melatarbelakangi pertemuan tersebut. ia menyebut komunikasi antara pihak-pihak terkait sudah terjalin sejak Desember 2025.
Menurutnya, pertemuan itu terwujud atas kesadaran bersama tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Ia menegaskan bahwa Relawan Jokowi hanya menjalankan peran sebagai penghubung dan tidak memiliki kepentingan lain selain menjembatani silaturahmi.
“Pertemuan ini adalah kesadaran dari semua pihak. Kami hanya kebagian tugas untuk menghubungkan. Jadi, Pak Eggi punya kesadaran yang luar biasa, kemudian Pak Hari Damai Lubis juga demikian,” jelas Rahmad dalam program Kompas Petang Kompas TV, Jumat (9/1/2026).
Rahmad juga menyampaikan bahwa Jokowi sejak awal menunjukkan sikap terbuka dan bersedia menerima Eggi serta Damai untuk bertemu secara langsung.
“Bapak Jokowi, Presiden RI ke-7, juga membuka pintu dengan selebar-lebarnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komunikasi awal dimulai ketika jajaran ReJo mengunjungi kediaman Eggi Sudjana di Bogor pada awal Desember 2025.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan, mengingat adanya hubungan lama di antara mereka.
"Memang di awal Desember lalu, kami bersama Pak Darmizal Ketum Rejo, berkunjung ke kediaman Pak Eggi Sudjana di Bogor, karena kami sudah lama berkenalan baik dengan Pak Eggi, dan Pak Darmizal juga berkenalan baik sejak muda,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu pula terungkap adanya hubungan historis antara Eggi dan Jokowi sejak masa Pemilihan Kepala Daerah Solo.
“Ternyata Pak Eggi itu adalah tim suksesnya Pak Jokowi ketika Pak Jokowi maju di Pilkada Solo,” lanjut Rahmad.
Terkait tujuan pertemuan tersebut, Rahmad menekankan bahwa agenda itu semata-mata merupakan silaturahmi antar rekan lama.
Apalagi, pertemuan dilakukan menjelang bulan Ramadhan dan di tengah proses hukum yang tengah dijalani Eggi Sudjana serta Damai Hari Lubis.
“Ini kan pertemuan silaturahim teman lama. Biasa kan, silaturahim, apalagi mau bulan puasa, kita dianjurkan untuk bersilaturahim, dan kebetulan Pak Eggi dan Pak Damai Hari Lubis sedang menghadapi kasus di Polda Metro Jaya," jelasnya.