TRIBUNNEWS.COM - Posisi Xabi Alonso di Real Madrid tetap aman meski kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Real Madrid takluk dari Barcelona lewat skor tipis 3-2 dalam laga di King Abdullah Sports City, Senin (12/1/2026).
Kedua tim bermain saling memberikan tekanan. Real Madrid meski hanya menguasai bola sekitar 32 persen, tapi mereka mempu mencatatkan banyak peluang.
Mereka melepaskan 12 tembakan di mana 10 diantara tepat sasaran dan ada tujuh peluang besar untuk mencetak gol.
Sementara Barcelona, mereka mencatatkan 16 percobaan tembakan di mana tujuh diantaranya tepat sasaran dan empat peluang besar untuk mencetak gol.
El Clasico perdana pada 2026 menyuguhkan duel seru, khususnya sepanjang babak pertama. Empat gol tercipta, dengan tiga di antaranya lahir pada masa tambahan waktu paruh pertama.
Real Madrid dinilai hanya kurang beruntung memaksimalkan peluang di waktu yang ada, sehingga gagal memaksa laga ke babak adu penalti.
Baca juga: Cara Real Madrid Tebus Air Mata dari Barcelona, El Real Gasak Sponsor Tim
Di Real Madrid, kekalahan biasanya tidak pernah memperkuat posisi pelatih. Namun, cara Madrid kalah kali ini dinilai berbeda.
Tidak ada ultimatum untuk Xabi Alonso karena manajemen menilai segalanya berdasarkan “sensasi” atau kesan permainan.
Dengan permainan yang dinilai memenuhi ekspektasi, kekalahan ini membuat Xabi Alonso tak langsung disalahkan.
Menurut laporan media Spanyol AS, posisi Xabi masih relatif aman meski sebelumnya muncul laporan kegagalan bisa membuat posisinya terancam.
Dengan permainan yang dinilai memenuhi ekspektasi, kekalahan ini membuat Xabi Alonso tak langsung disalahkan.
Saat menghadapi Barcelona, Xabi Alonso mengubah pendekatan taktik dibanding laga-laga sebelumnya, dan perubahan itu terlihat membawa peningkatan.
Para pemain juga menunjukkan sikap bahwa mereka tidak ingin “menjatuhkan” pelatihnya.
Mereka bermain sampai batas kemampuan fisik mereka saat ini. Contoh paling jelas adalah Vinícius Jr, yang terus menekan pertahanan Barcelona.
Vini akhirnya kelelahan dan meminta diganti di lima menit terakhir, sebuah simbol bahwa ia sudah mengerahkan segalanya.
Selain itu, kesan permainan Madrid saat melawan Barcelona kali ini berbeda dibanding sebelumnya.
Dalam lima laga terakhir, Madrid menang dan bermain baik, sementara kali ini bermain cukup menjanjikan tetapi kalah dengan cara yang menyakitkan.
Xabi Alonso sendiri memuji penampilan anak asuhnya yang menurutnya bermain baik saat melawan Barcelona.
"Ada campuran emosi, di satu sisi kecewa karena tidak mampu memenangkan gelar. Tetapi juga bangga bahwa tim telah berjuang hingga akhir," kata Xabi Alonso usai pertandingan kepada Diario AS, dilansir Football Espana.
"Kami berjuang hingga akhir. Finalnya sangat seimbang, dengan berbagai momen yang berbeda," kata mantan gelandang El Real ini.
Baca juga: Hampa, Setahun Lebih Real Madrid Tanpa Gelar, Barcelona Berpesta di Final Piala Super Spanyol
Kini klub masuk fase evaluasi untuk melihat apa saja yang bisa diperbaiki dengan Xabi Alonso tetap di bangku pelatih.
Masalah utama yang harus segera dibenahi adalah kondisi fisik pemain dan banyaknya cedera.
Hampir di setiap pertandingan selalu ada pemain yang cedera. Di semifinal, Ferland Mendy cedera, dan di final Huijsen mengalami masalah otot.
Kembalinya Niko Mihić ke sebagai kepala layanan medis bukan satu-satunya perubahan yang akan dilakukan.
Seperti ditulis AS, staf pelatih harus menemukan solusi untuk meningkatkan kebugaran skuad, dengan dukungan penuh dari klub.
Di Valdebebas (markas latihan Madrid), manajemen masih yakin musim ini bisa diselamatkan, asalkan kondisi fisik tim membaik.
Untuk saat ini, Real Madrid belum mempertimbangkan belanja pemain di bursa transfer musim dingin.
Klub memang tidak terlalu percaya pada transfer Januari, dan juga belum sepenuhnya mengandalkan pemain akademi.
Beberapa pemain muda mungkin tampil di laga Copa del Rey melawan Albacete, tetapi tidak ada rencana serius menjadikan pemain muda sebagai solusi utama musim ini, kecuali Gonzalo yang memang sudah dianggap bagian dari tim utama.
Dalam beberapa hari ke depan, Madrid akan menerima banyak tawaran pemain dari agen dan klub lain. Namun, semua rencana transfer diyakini akan ditunda hingga musim panas.
Semua pihak sadar skuad perlu diperkuat, tetapi Florentino Pérez dan Real Madrid memang tidak menyukai bursa transfer Januari.
"Kami tidak senang dengan hasilnya, tetapi kami dapat mengambil hal positif untuk musim ini," beber mantan pelatih Leverkusen tersebut.
"Sekarang saatnya memulihkan pemain (dari cedera), yang merupakan hal terpenting saat ini," terang Xabi Alonso.
(Tribunnews.com/Tio)