TRIBUNNEWS.COM - Manchester United dikabarkan akan mengumumkan pelatih interim yang akan menangani tim hingga akhir musim, pada hari ini.
Nama Michael Carrick kini mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut, mengungguli mantan manajer Setan Merah sekaligus legenda klub, Ole Gunnar Solskjaer.
Kursi pelatih Manchester United lowong setelah Ruben Amorim resmi dipecat pada Senin (5/1/2026).
Sejak saat itu, manajemen klub bergerak cepat untuk mencari sosok yang dinilai mampu menstabilkan kinerja tim hingga akhir kompetisi.
Sebelumnya, persaingan mengerucut pada dua nama besar yang memiliki ikatan kuat dengan Old Trafford, yakni Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer. Namun, laporan terbaru menyebut Carrick kini berada di posisi terdepan.
Berdasarkan laporan Daily Mail, Michael Carrick muncul sebagai kandidat terfavorit untuk menjadi manajer Manchester United hingga akhir musim.
Meski belum ada keputusan final, para petinggi klub berharap dapat mengumumkan pelatih interim baru pada hari ini, Senin (12/1/2026) waktu setempat.
Baik Carrick maupun Solskjaer diketahui telah menjalani pertemuan dengan kepala eksekutif klub, Omar Berrada, serta direktur sepak bola, Jason Wilcox.
Dalam proses wawancara tersebut, Carrick disebut memberikan kesan yang sangat kuat dan berhasil membuat kedua pejabat klub terkesan.
Ole Gunnar Solskjaer yang pernah menangani Manchester United pada periode 2018 hingga 2021 sempat dianggap sebagai kandidat utama.
Namun seiring berjalannya waktu, Carrick diperkirakan menjadi sosok yang akan dipercaya klub untuk membangkitkan performa United yang belum konsisten musim ini.
Baca juga: Hasil Piala Afrika Untungkan Manchester United, Penyerang Andalannya Bakal Pulang Lebih Cepat
Michael Carrick bukanlah nama asing bagi Manchester United. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di Old Trafford dan berhasil memenangkan lima gelar Liga Inggris sebelum pensiun sebagai pemain pada 2018.
Carrick juga sempat menjabat sebagai manajer sementara setelah kepergian Solskjaer dan sebelum Ralf Rangnick ditunjuk sebagai pelatih interim.
Pengalaman melatih Carrick berlanjut pada tahun 2022 ketika ia ditunjuk sebagai manajer Middlesbrough. Saat itu, klub Championship tersebut berada di zona degradasi.
Carrick berhasil membawa Middlesbrough bangkit hingga menembus babak play-off pada musim pertamanya, serta mencapai semifinal Carabao Cup pada musim berikutnya.
Namun, sayangnya ia akhirnya dipecat pada musim panas lalu setelah finis di posisi ke-10.
Situasi Manchester United semakin pelik setelah kekalahan kandang dari Brighton di ajang Piala FA pada Minggu (11/1) tadi malam.
Kekalahan tersebut membuat Liga Inggris menjadi satu-satunya kompetisi yang akan dijalani Setan Merah hingga akhir musim, dengan target lolos ke kompetisi Eropa menjadi sangat krusial.
Darren Fletcher, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab sementara setelah pemecatan Amorim, mengaku belum mengetahui rencana klub ke depan.
"Saya belum berdiskusi apa pun," kata Darren Fletcher seusai pertandingan.
"Saya harus melapor ke Carrington besok pagi, hanya itu yang saya tahu."
"Saya akan mengetahuinya besok pagi. Saya belum mendapat indikasi apa pun. Semua fokus saya bersiap pada ini [Burnley dan Brighton]."
"Memimpin klub ini adalah tanggung jawab yang sangat besar dan saya telah memberikan yang terbaik, dan saya kecewa karena tidak memenangkan pertandingan."
"Saya pikir ada beberapa hal positif di sana, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup. Saya lebih kecewa dari siapa pun," tutup Fletcher.
Kekalahan dari Brighton juga berdampak pada catatan statistik klub.
Manchester United dipastikan hanya akan memainkan 40 pertandingan sepanjang musim ini, yang menjadi jumlah pertandingan paling sedikit dalam 111 tahun terakhir sejarah klub.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)