AS Ketar-ketir Putin Pakai Rudal Kiamat Oreshnik Gempur Wilayah Ukraina, Senjata Washington Dilibas
January 13, 2026 01:55 PM

Pasukan AS bereaksi keras atas serangan Rusia dengan rudal Oreshnik yang dilancarkan pada Ukraina.

AS mengecam aksi tersebut dan mengancam eskalasi konflik yang kian besar.

Dikutip dari Aljazeera, AS menuduh Rusia melakukan eskalasi berbahaya yang tak bisa dibenarkan dalam perang empat tahun yang berlangsung di Ukraina.

Peringatan keras AS ini disampaikan AS pada Senin (12/1/2026).

Wakil Duta Besar AS untuk PBB Tammy Bruce menuturkan bahwa tindakan Rusia berpotensi memperintensifkan perang yang ada.

“Tindakan Rusia berisiko memperluas dan memperintensifkan perang,” kata Tammy Bruce, wakil duta besar AS untuk PBB, kepada dewan tersebut.

AS juga menyatakan kekhawatiran khusus terkait penggunaan rudal balistik Oreshnik berkemampuan nuklir yang dilakukan Rusia pada pekan lalu.

AS bahkan mengecam serangan baru dari rusia pada Selasa (6/1/2026) yang menyasar kota Kharkiv, Ukraina Timur laut.

Yang mana serangan ini juga menewaskan setidaknya dua orang dan melukai tiga orang lainnya.

Serangan rudal juga dilaporkan terjadi di ibu kota, Kyiv.

Serangan ini adalah serangan kedua Rusia dengan rudal Oreshnik yang ampuh dalam skenario pertempuran.

Serangannya juga ditafsirkan sebagai peringatan terhadap sekutu NATO, Kyiv.

Moskow mengklaim, serangan Oreshnik menargetkan sebuah pabrik perbaikan penerbangan di wilayah Lviv di Ukraina Barat.

Mereka mengatakan rudal itu ditembakkan sebagai tanggapan atas upaya Ukraina untuk menyerang salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.