Kondisi Siswi SD Setelah Terseret Motor Pencuri di Medan
January 13, 2026 02:18 PM

 

POSBELITUNG.CO - Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kota Medam Sumatera Utara berinisial J (9), menjadi sorotan setelah menggagalkan aksi pencurian.

Ia bahkan sampai terseret sejauh 20 meter saat mencoba merebut Kembali ponsel yang dicuri seorang pria di rumahnya.

Peristiwa itu terjadi di Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatra Utara, Sabtu (10/1/2026) sekira pukul 11.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, J terluka pada bagian kaki dan sedang menjalani pengobatan.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang pria berpakaian serba hitam memasuki rumah korban.

Pelaku kemudian keluar dengan membawa ponsel milik ayah korban yang tergeletak di ruang tamu.

Baca juga: Kaki Siswa SMP Terjepit Gorong-gorong di Tanjungpandan, Damkar Evakuasi Selama Satu Jam

J yang melihat itu berusaha mengadang pelaku.

Namun, pelaku segera menyalakan sepeda motornya dan berusaha kabur.

J pun tak tinggal diam, dengan sigap ia memegang bagian belakang motor itu, sehingga ikut terseret.

Pelaku sempat menghentikan laju kendaraannya ketika J melepaskan pegangannya, sebelum akhirnya kembali melarikan diri.

Kerabat korban bernama Darfan (50) mengatakan, saat kejadian J baru saja pulang sekolah.

J kemudian masuk ke rumah untuk buang air kecil.

Setelah itu, J mendapati seorang pelaku masuk ke dalam rumah dan mencuri.

"Pelaku ini ambil uang Rp 100 ribu dan ponsel di atas meja (ruang tamu)," kata Darfan, dilansir Kompas.com.

J lantas mengejar pelaku dan berusaha merebut kembali ponsel tersebut.

Sementara pelaku segera menyalakan sepeda motornya yang diparkir di depan rumah.

J berpegangan pada besi bagian belakang motor, namun pelaku melaju kencang, sehingga siswi kelas 3 SD itu terseret sepanjang jalan.

Karena keberanian J itu, pelaku akhirnya mengembalikan ponsel yang dicurinya, lalu melarikan diri.

"Itu lah anak sempat terseret sekitar 20 meter. Terus pelaku berhenti tiga meter sebelum jalan besar."

"Mungkin dia takut dimassa jadi ponselnya dikembalikan. Terus pulang lah anak sedangkan pelaku kabur," ungkap dia.

Darfan menerangkan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke polisi.

"Semoga ditangkap lah pelakunya," harap Darfan.

Kasus kejahatan di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang mempengaruhi rasa aman masyarakat.

Kejahatan dapat terjadi di perkotaan maupun pedesaan, di ruang publik maupun lingkungan tempat tinggal warga.

Menurut data Kepolisian Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat ada 380.424 tindak kejahatan di Indonesia.

Dari jumlah itu, 44.671 kasus merupakan pencurian dengan pemberatan dan 34.541 kasus pencurian biasa.

Melansir pusiknas.polri.go.id, sebanyak 77.118 kasus tindak kejahatan terjadi di rumah.

Berdasarkan data tersebut, Sumatra Utara menjadi provinsi dengan tindak kejahatan tertinggi di Indonesia yakni 18.836 kasus.

(Tribunnews.com/Lusi, Kompas.com/Goklas Wisely)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.