Temuan Bangkai Babi di RPH Kupang, Kadis Pertanian Janji Evaluasi
January 13, 2026 02:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Temuan bangkai babi di area rumah potong hewan (RPH) babi Kota Kupang memantik perhatian publik. 

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus Da Costa, mengaku baru mengetahui persoalan tersebut dan berjanji akan menelusuri akar masalah secara menyeluruh bersama tim teknis.

Matheus menjelaskan, dirinya baru menjabat sebagai kepala dinas sejak 30 Agustus lalu dan informasi terkait bangkai babi tersebut baru ia terima pada hari ini, bahkan berasal dari laporan anggota dewan.

“Saya cari benang merah untuk menyelesaikan masalah ini. Hari ini saya baru dengar informasi itu dan langsung saya minta teman-teman dokter hewan untuk menelusuri dan menyelesaikan agar masalah ini segera rampung,” ujar Matheus, Senin (12/1). 

Salah satu sorotan utama dalam temuan ini adalah dugaan adanya babi bunting yang dipotong. 

Matheus menegaskan, secara aturan, babi yang sedang bunting tidak diperbolehkan untuk disembelih. Namun, ia mengakui secara teknis kondisi kebuntingan babi tidak selalu mudah dideteksi.

“Dokter hewan menjelaskan bahwa babi yang bunting itu jarang bisa diketahui secara kasat mata. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan ilmu dan teknik yang mereka pelajari, jadi bukan berarti ada unsur kesengajaan,” ujarnya.

Baca juga: Limbah RPH Diduga Cemari Laut, Bau Menyengat hingga Bangkai Anak Babi Ditemukan di Drainase

Berdasarkan penelusuran lapangan, tim gabungan menemukan dua ekor bangkai babi di area dalam RPH, satu bangkai di luar area RPH, serta laporan warga yang menyebutkan adanya enam bangkai babi lain yang sempat terdokumentasi dalam video.

Matheus menegaskan pemerintah hadir untuk menenangkan warga, bukan untuk menutup-nutupi persoalan.

“Kami hadir untuk membuat masyarakat nyaman. Bukan hadir untuk membela atau membenarkan kesalahan. Fakta di lapangan memang ada bangkai babi, tapi kami perlu keterangan resmi dari dokter hewan yang bertugas saat kejadian,” ungkapnya.

Terkait keluhan warga soal limbah, Matheus menyebut pihak RPH berencana melakukan pembersihan saluran drainase.

 Jika diperlukan, pemerintah akan mengundang semua pihak, termasuk warga, pengelola RPH, tenaga medis veteriner, dan pihak terkait lainnya untuk duduk bersama mencari solusi.

“Masalah limbah ini akan kita bahas bersama. Tidak bisa masing-masing merasa paling benar. Pemerintah harus hadir supaya semua nyaman dan aktivitas RPH tetap berjalan dengan tertib,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima POS-KUPANG tepat pada pukul 16.00 WITA pihak Dinas Pertanian memantau langsung lokasi drainase dan akan mengupayakan bersama solusi selanjutnya. 

Dinas Pertanian Kota Kupang masih menunggu laporan lengkap dari tim dokter hewan untuk memastikan kronologi, penyebab temuan bangkai babi, serta langkah perbaikan sistem pemeriksaan hewan di RPH agar kejadian serupa tidak terulang. (iar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.