Tak Punya Uang dan KIS, Wanita di Plaju Palembang Terpaksa Melahirkan di Teras Mushola Dibantu Warga
January 13, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Viral di media sosial, seorang ibu rumah tangga bernama Nuraini (32) terpaksa melahirkan di teras Mushola Al-Ikhlas, Jalan KH Balqi Lorong Banten VI Gang Surya 5, Palembang, Senin (12/1/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.

Bayi perempuan kelima Nuraini lahir dengan selamat, meski kontraksi terjadi di tengah perjalanan menuju bidan.

Kronologi Kejadian

Pagi itu, Nuraini bersama suaminya, Sakimin (40), berangkat ke bidan menggunakan sepeda motor tetangga.

Namun, di tengah perjalanan, Nuraini merasakan kontraksi hebat dan ketubannya pecah.

Karena panik dan tidak memiliki biaya serta KIS (Kartu Indonesia Sehat), Sakimin sempat bingung dan meninggalkan sang istri sebentar untuk mencari pertolongan.

Melihat Nuraini kesakitan, Kamsah, warga sekitar, spontan keluar rumah untuk membantu.

Kamsah dibantu tiga warga lain memapah Nuraini ke teras Mushola Al-Ikhlas agar bisa melahirkan dengan aman.

Dengan sehelai kain dan daster Kamsah, proses persalinan berlangsung sekitar 15 menit dan bayi lahir normal.

Tak lama setelah bayi lahir, bidan Rahayu Am Kep datang ke mushola untuk memotong tali pusar dan membawa bayi ke tempat praktiknya yang tak jauh dari lokasi. Nuraini dan bayi perempuan itu kini dalam kondisi sehat dan dalam pemulihan.

Salah satu saksi mata sekaligus warga yang membantu proses persalinan, Erlita Silvilliani, mengungkapkan bahwa ibu Nuraini sudah mengalami pecah ketuban saat ditemui warga.

“Kebetulan ibu saya hendak ke warung dan melihat ibu hamil tersebut. Setelah ditanya, ternyata ketubannya sudah pecah,” ujar Erlita kepada Sripoku.com, Selasa (13/1/2026).

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar segera mengangkat Nuraini ke teras Mushola Al-Ikhlas yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Meski sempat panik karena bidan dan suami Nuraini belum kembali, proses persalinan tak terhindarkan karena pembukaan sudah lengkap dan bayi dalam posisi siap lahir.

Dengan pengalaman yang dimiliki, warga bersama ibu Erlita membantu proses persalinan hingga akhirnya bayi perempuan lahir dengan selamat.

Tanggapan Ratu Dewa

Walikota Palembang Ratu Dewa, memastikan akan memberikan bantuan segera kepada warganya yang melahirkan di Musholla, yang dikabarkan belum tercover jaminan kesehatan.

Ia pun sudah memerintahkan jajarannya untuk menurunkan petugas, agar ibu dan anak segera dapat penanganan.

"Pastinya segera kita bantu," kata Ratu Dewa kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (13/1/2026).

Ratu Dewa sendiri menyayangkan masih lambatnya penanganan kesehatan itu, meskipun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) miliki Pemerintah kota Palembang, telah memiliki Ambulance dalam penanganan kondisi darurat siap 1x 24 jam.

"Sebenarnya kita punya ambulance untuk penanganan yang bersifat darurat seperti ini. Lengkap dengan saarana prasarananya, termasuk dokter dan perawatnyaya ada semua dalam mobil tinggal di call saja langsung meluncur," tandasnya.

Ditambahkan Ratu Dewa, ia berharap jajarannya seperti Camat dan Kelurahan bisa gerak cepat dan mengetahui permasalahan warga dan lingkungannya, sesuai program Palembang Gercep, dan program Gebrak (gampang cepat tanggap) di RSUD BARI Palembang.

Sekedar informasi, Pemkot Palembang telag perkuat sektor kesehatan melalui peluncuran, program unggulan Gerakan Bersama Atasi Kegawatdaruratan (GEBRAK) yang diinisiasi RSUD Palembang Bari. 

Masyarakat Palembang sendiri, cukup WhatsApp (WA) ke nomor emergency call yang tersedia 085167890801, dan pihak rumah sakit akan segera merespon.

Program GEBRAK menjadi pelengkap program Jemput Antar Pasien Akses ke Bari Gampang (Jumputan Abang) yang lebih dulu berjalan.

Peluncuran GEBRAK merupakan bagian dari realisasi visi-misi RDPS, untuk memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah, cepat, dan gratis bagi warga Palembang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.