Theory Mental Models dalam Pencapaian Target Sektor Jasa Keuangan Berjangka
January 13, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Benni Sutanto, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE, MM, sekaligus Pimpinan Cabang PT Victory International Futures Pekanbaru, memilih Theory Mental Models sebagai landasan kajiannya untuk memahami pencapaian target kinerja dalam sektor jasa keuangan berjangka. 

Ia menyoroti bahwa keberhasilan organisasi di sektor ini tidak hanya ditentukan oleh strategi dan prosedur formal, tetapi sangat dipengaruhi oleh pola pikir yang membentuk cara manajemen dan karyawan memahami risiko, peluang, serta dinamika pasar yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.

Dari pengamatannya, tantangan utama muncul ketika mental model individu tidak selaras dengan tujuan organisasi.

Sebagian karyawan masih membawa pola pikir lama yang berorientasi pada target jangka pendek, sementara industri jasa keuangan berjangka menuntut cara berpikir yang lebih adaptif, berbasis data, serta menjunjung tinggi kepatuhan dan manajemen risiko.

Ketidaksinkronan ini berpotensi menurunkan kualitas pengambilan keputusan, menghambat kinerja tim, dan pada akhirnya melemahkan kepercayaan nasabah.

Benni menjelaskan bahwa Theory Mental Models memandang setiap individu membangun representasi kognitif tentang dunia kerja berdasarkan pengalaman, persepsi, dan informasi yang diterima.

Mental model yang tepat memungkinkan organisasi membaca perubahan pasar secara lebih akurat, mengelola risiko dengan lebih terukur, dan mengambil keputusan yang rasional.

Sebaliknya, mental model yang kaku dan tidak diperbarui dapat menimbulkan bias, kesalahan analisis, serta resistensi terhadap perubahan dan inovasi.

Sebagai gagasan profesional, Benni menekankan pentingnya penguatan shared mental models dalam organisasi. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, komunikasi internal yang terbuka, serta kepemimpinan yang mampu menyelaraskan pola pikir tim dengan strategi dan nilai perusahaan.

Ia menilai bahwa edukasi risiko, pembelajaran pasar yang konsisten, dan penanaman nilai profesionalisme merupakan kunci agar seluruh anggota organisasi memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan, standar kerja, dan tanggung jawab etis.

Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti ilmu manajemen, ketika dimintai pendapat mengenai gagasan Benni Sutanto, pendekatan ini dinilai relevan dan kontekstual dengan karakter sektor jasa keuangan yang sarat risiko.

Dr. Chandra mengapresiasi kemampuan Benni mengaitkan teori mental model yang bersifat abstrak dengan realitas operasional organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin organisasi dalam menguji mental model yang digunakan, memperkuat budaya belajar berbasis data, serta memastikan setiap keputusan didasarkan pada informasi yang valid.

Menurutnya, keselarasan pola pikir yang terarah akan melahirkan organisasi yang lebih adaptif, etis, dan berdaya saing secara berkelanjutan.

Penulis Benni Sutanto, Pimpinan Cabang PT Victory International Futures Pekanbaru sekaligus mahasiswa Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Riau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.