Cerita Kepsek SDN 1 Kendaik Kecamatan Suti Semarang, Banjir Nyaris Capai Atap Sekolah
January 13, 2026 09:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kendaik, Cempaka Putih, Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, sempat terendam banjir nyaris mencapai atap sekolah, Jumat 9 Januari 2026 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala SDN 1 Kendaik Uray Najilah mengenang kembali peristiwa banjir parah yang merendam sekolah itu.

Ia menceritakan bagaimana arus banjir yang deras menerjang bangunan.

"Sekarang sudah surut banjirnya. Cuma terjadi hitungan jam. Dini hari air naik dan pukul 09.00 banjirnya udah surut," kata Uray Najilah, Selasa 13 Januari 2026, bercerita kepada Tribunpotnainak.co.id via handphone

Banjir yang merendam sekolah membuat aktivitas belajar siswa ditunda. Setelah banjir surut warga dan pihak sekolah kembali membersihkan sisa-sisa banjir.

"Begitu lah Pak banjir di perhuluan. Baru tahun ini banjirnya menjelang siang. Biasanya selalu malam atau tengah malam," ungkapnya.

Dia mengatakan, ketika terjadi banjir Jumat 9 Januari 2026 sejumlah bangunan terendam bahkan hampir mencapai atap sekolah.

"Betul, SDN 01 Kendaik itu ada 3 bangunan. Yang terendam hingga mencapai atap itu adalah ruang kelas 3 sampai kelas 6," katanya.

"Ada lagi bangunan yang sedikit lebih tinggi kira-kira 80 cm. Itu adalah ruang kantor kelas 1, dan kelas 2. Ketinggian air di bangunan yang ini mencapai 125 cm," ujarnya.

Baca juga: Batas Wilayah dan Profil Kecamatan Siding Bengkayang Lengkap Daftar 8 Desa Kecamatan Siding

Beberapa bangunan terpisah dengan bangunan utama sekolah itu. Seperti perpustakaan yang berdiri di kontur lebih tinggi sehingga ke dalaman banjir berkisar 40 centimeter. 

"Lalu bangunan yang ketiga itu adalah perpustakaan. Letaknya di seberang kantor. Lebih tinggi lagi kira-kira 80 cm. Ketinggian air di perpustakaan itu lebih kurang 40 cm," tuturnya.

Dia menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan antisipasi sebelum terjadi banjir dengan memindahkan beberapa sarana prasarana sekolah ke dalam perpustakaan yang letaknya lebih tinggi. 

"Jadi, smartboard, perangkat panel surya, perangkat internet kami simpan di perpustakaan. Kalaupun banjir, tidak terlalu parah," katanya.

Kendati berhasil menyelamatkan barang-barang sarpras sekolah, dia mengaku dampak banjir yang melanda mengakibatkan sejumlah bangunan terdampak. 

"Sudah pasti terdampak. Walaupun kerugian selalu dapat ditekan, misalnya, buku-buku, alat elektronik. Untungnya saya orang asli Kendaik, domisili di Kendaik juga," katanya .(mam)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.