Yogyakarta International Airport Siap Jadi Embarkasi dan Debarkasi Haji Mulai 2026
January 14, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah melalui serangkaian uji coba operasional, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dinyatakan siap menjadi embarkasi dan debarkasi haji mulai 2026, menyusul dua kali simulasi keberangkatan jemaah yang berjalan lancar.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Bandar Udara Embarkasi dan Debarkasi, yang menetapkan YIA sebagai titik keberangkatan dan kepulangan jemaah haji dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Telah teruji dua kali

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengatakan, kesiapan YIA telah diuji melalui dua kali simulasi operasional yang melibatkan sekitar 300 jemaah. 

Hasil uji coba itu menjadi dasar penilaian teknis dan operasional bahwa YIA layak menyandang status embarkasi haji. “Embarkasi haji di YIA sudah dua kali uji coba dengan sekitar 300 jemaah dan berjalan lancar. Ini menjadi dasar secara teknis dan operasional, YIA siap menjadi embarkasi,” kata Tri di Yogyakarta, Senin (13/1/2026).

Menurut Tri, persiapan embarkasi haji di DIY telah dilakukan sejak 2022 melalui koordinasi lintas instansi, simulasi teknis, hingga uji coba lapangan. Namun, secara kuota, DIY belum memenuhi syarat minimal sebagai embarkasi mandiri karena jumlah jemaah haji hanya sekitar 3.700 orang, sementara ketentuan mensyaratkan minimal 4.000 jemaah atau sekitar 10 kelompok terbang.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Pemda DIY menjalin kerja sama dengan Karesidenan Kedu, Jawa Tengah, yang meliputi enam kabupaten, sehingga jumlah jemaah yang diberangkatkan melalui YIA mencukupi syarat sebagai embarkasi haji.

Pemanfaatan hotel sekitar bandara

Dalam pengelolaannya, DIY memilih konsep pemanfaatan hotel-hotel di sekitar bandara sebagai asrama sementara jemaah haji. Model ini dipilih sebagai alternatif asrama haji konvensional karena dinilai lebih efisien dan nyaman, sekaligus menghindari pembangunan infrastruktur baru yang membutuhkan biaya besar. Konsep tersebut disebut sebagai yang pertama diterapkan di Indonesia.

Penggunaan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 juga dinilai meningkatkan efisiensi operasional. Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, jumlah penerbangan dapat ditekan sehingga biaya transportasi jemaah menjadi lebih efisien.

Selain mempermudah akses jemaah, keberadaan embarkasi haji di Yogyakarta diproyeksikan berdampak pada perekonomian daerah, khususnya di Kabupaten Kulon Progo. Kebutuhan jemaah terhadap busana haji, logistik, transportasi, hingga oleh-oleh diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. “Kerja sama hotel, Angkasa Pura, destinasi wisata pariwisata diharapkan dapat menjadi penggerak pengembangan destinasi wisata di DIY,” ujar Tri.

Angkasa pura siap penuh

Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan kesiapan penuh mendukung operasional YIA sebagai embarkasi haji. Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia Muhammad Rizal Pahlevi mengatakan, penggabungan PT Angkasa Pura I dan II menjadi satu entitas justru memperkuat koordinasi pengelolaan bandara. “Sekarang dari dua menjadi satu, sehingga koordinasinya lebih mudah. Dari sisi kapasitas, slot, runway, imigrasi, karantina, hingga bea cukai, semuanya siap mendukung layanan penerbangan tambahan, termasuk untuk haji,” katanya.

Rizal menambahkan, Angkasa Pura Indonesia siap bersinergi dengan Pemda DIY untuk membangun ekosistem terintegrasi antara bandara, pariwisata, perhotelan, dan aktivitas ekonomi daerah. “Kami siap untuk memberikan layanan penerbangan tambahan karena saat ini kapasitasnya masih sangat mumpuni dan memadai,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.