Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian merupakan contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan sekaligus menjadi fondasi tumbuhnya kepercayaan diri bangsa.

"Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan dari pada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan," kata Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, sebagaimana keterangan Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (13/1).

Presiden menegaskan capaian sektor pertanian memiliki arti strategis bagi bangsa, tidak hanya dari sisi produksi pangan, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri nasional.

"Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain," ujar Presiden.

"Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tambah Prabowo.

Presiden menjelaskan keberhasilan di sektor pertanian merupakan hasil kerja keras, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya.

Target besar swasembada pangan yang sebelumnya dipatok empat tahun, justru mampu dicapai jauh lebih cepat dari perencanaan awal.

Kepala Negara mengatakan ketika mengambil alih kepimpinan nasional setelah menerima mandat dari rakyat, dilantik tanggal 20 Oktober 2024, dirinya memberi target kepada tim pertanian untuk swasembada beras dalam waktu empat tahun. Namun, hal itu dapat dicapai hanya dalam setahun.

"Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Ini hasil kerja keras dari pada tim kita dari sinergi kabinet yang saya pimpin. K/L-K/L bekerja sama semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal,” ucap Prabowo.

Salah satu terobosan besar yang disoroti Presiden Prabowo yakni pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi yang lama dikeluhkan petani karena birokrasi rumit membuat distribusi lambat dan pupuk sulit diperoleh di lapangan.

Pemerintah pun memangkas 145 regulasi dan menyederhanakan perizinan sehingga distribusi pupuk langsung ke petani, tanpa melibatkan lagi 11 kementerian/lembaga, cukup satu instruksi, tanpa banyak tanda tangan, memakai KTP dan persetujuan kepala desa secara cepat merata nasional.

Reformasi tersebut, lanjut Presiden, tidak hanya mempermudah akses pupuk bagi petani, tetapi juga mencetak sejarah baru dalam kebijakan harga pupuk nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan industri pupuk dalam negeri.

Prabowo menyebut pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi 20 persen. Bahkan, Presiden mendapat laporan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman jika harga pun masih dapat turun hingga 25 persen.

"Tapi, saya kasih kasih tahu biarlah pabrik dapat keuntungan 5 persen sehingga kita turunkan cukup 20 persen, tetapi petani sudah sangat terima kasih. Dan walaupun kita turunkan harga ternyata volume pupuk naik 700.000 ton. Jadi petani sekarang harga terjangkau, barang ada," ungkap Presiden.

Keberhasilan reformasi pupuk tersebut berdampak langsung pada kinerja sektor perberasan nasional.

Presiden Prabowo menyebut kondisi petani beras saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia, baik dari sisi produksi, cadangan, maupun kesejahteraan.

"Ini contoh sekarang juga perberasan. Perberasan petani-petani beras sekarang penghasilannya naik, nilai tukur petani naik dari 106 menjadi 125 (persen) tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara merdeka. Ketahanan pangan, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam menjaga martabat bangsa dan melindungi rakyat.

"Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung makan dari luar negara tersebut. Dan ini harus kita yakini," tegas Presiden.

Prabowo menambahkan keberhasilan sektor pertanian harus menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera, melalui keberanian melakukan reformasi serta keberpihakan nyata kepada rakyat.