SURYA.CO.ID, SURABAYA – Belajar tidak selalu harus di dalam kelas dengan suasana formal.
Hal itu dibuktikan EMBRACE Youth International, organisasi kepemudaan yang mengajak anak-anak di enam yayasan di Surabaya untuk belajar dengan cara menyenangkan dan penuh makna.
Melalui program Claus for a Cause, yang kini memasuki tahun kedua, EMBRACE Youth International berkolaborasi dengan enam komunitas anak muda lainnya untuk melakukan kunjungan edukatif, berbagi donasi, serta memberikan materi pembelajaran kepada anak-anak yayasan.
Founder EMBRACE Youth International, Ryan Joseph, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan pada momen tertentu seperti Natal, liburan sekolah, hingga Ramadan.
Baca juga: Kisah Inspiratif Anak-anak Jombang: Pilih Lestarikan Jaranan Dor daripada Main Gadget Saat Liburan
“Kami berkolaborasi dengan beberapa organisasi di Surabaya untuk melakukan kunjungan, donasi, dan pembelajaran. Tujuannya agar anak-anak tetap semangat belajar dan mendapatkan fasilitas yang mereka butuhkan,” ujar Ryan, Rabu (14/1/2026).
Ryan menambahkan, misi utama EMBRACE Youth International adalah mengedukasi generasi muda, memastikan mereka memiliki perlengkapan sekolah, serta menumbuhkan motivasi untuk meraih prestasi akademik.
Pada tahun sebelumnya, EMBRACE Youth International berhasil menggandeng 10 organisasi dan menjangkau ratusan anak, dengan total 1.000 alat sekolah yang disalurkan.
“Intinya kami ingin membantu mereka yang lebih membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Co-Founder EMBRACE Youth International, Jesslyn Pearl Febriany Liantono, menyebut organisasi ini juga aktif bekerja sama dengan gereja dan sekolah di wilayah sekitar yang membutuhkan bantuan.
“Tahun lalu kami datang ke gereja di daerah perkampungan dan berbagi obat-obatan, karena banyak lansia yang kesulitan berobat. Jadi fokus kami tidak hanya pelajar, tapi juga masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Tak sekadar berbagi, pemuda asal Surabaya itu mengatakan bahwa organisasi ini berupaya menumbuhkan kesadaran anak muda terhadap isu-isu global, seperti pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, hingga perubahan iklim.
“Sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan, generasi muda saat inilah yang akan menghadapi isu-isu global tersebut. Karena itu penting bagi mereka untuk memiliki wawasan luas dan kemampuan berpikir kritis,” ujar Jesslyn.
Antusiasme peserta pun tinggi. Tercatat sekitar 300 orang terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Dalam bidang pendidikan, salah satu inisiatif yang dilakukan adalah kelas Bahasa Mandarin di Panti Asuhan Rumah Bersinar Surabaya.
Sementara di Yayasan Rumah Langit Surabaya, anak-anak diajak bermain sambil belajar, termasuk pengenalan anatomi tubuh.
Beragam aktivitas tersebut bertujuan untuk melatih critical thinking dan penalaran logis anak-anak.
“Kami fokus pada skill building. Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris kami pilih karena merupakan bahasa global dan penting untuk masa depan,” tambah Jesslyn.
Setiap yayasan mendapatkan konsep kegiatan yang berbeda, mulai dari merakit lampu, kelas teknologi, hingga berbagi makanan kepada komunitas seperti para petugas pengangkut sampah.
Ke depan, EMBRACE Youth International berharap dapat terus melanjutkan program ini dan memperluas jangkauan kegiatan.
“Dalam beberapa bulan ke depan kami akan fokus pada program Ramadan, termasuk berbagi dengan komunitas di Indonesia dan luar negeri seperti India. Harapannya kami bisa terus berbagi dan memberikan edukasi yang lebih berdampak,” pungkas Jesslyn.