Calon Nasabah Terbelit Pinjol Akibatkan Penyerapan KUR di Malteng Hanya 67 Persen pada 2025
January 14, 2026 02:41 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Belakangan diketahui masyarakat juga calon nasabah (Calnas) BRI di Kabupaten Maluku Tengah kebanyakan terbelit pinjaman online (Pinjol).

‎Hal itulah yang menjadi penyebab penyerapan KUR Kantor Cabang BRI Masohi hanya mencapai 65 persen di tahun 2025.

‎Demikian dikatakan Kepala Kantor Cabang BRI Masohi, Dani Radian, Selasa (13/1/2026).

‎Dani Rahadian mengungkapkan bahwa penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Masohi pada tahun 2025 hanya mencapai 67 persen. 

‎Selain terbelit pinjaman online (pinjol) dan para calon nasabah juga memiliki riwayat kredit yang buruk.

‎"Malahan maaf ya, kemarin (2025) terkendala kami kurang penyerapan (KUR) hanya 67 persen. Dikarenakan banyak masyarakat kita yang terbelit di pinjol, terbelit lagi di Leasing," kata Dani Radian. 

Baca juga: Kapolda Maluku Terima Audiensi PP GMKI, Bahas Kongres Nasional

Baca juga: Pembelian Gabah Pending, DPRD Malteng Dorong Pemda Optimalkan Pabrik Penggilingan Padi

‎Selain itu, ia menyebut saat ini Kantor BRI Cabang Masohi belum menetapkan kuota KUR 2026.

‎"Untuk kuota KUR 2026 di BRI Masohi belum ditetapkan, tapi saat ini kami sudah jalan," tukasnya.

‎Dani menjelaskan bahwa sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penolakan pengajuan KUR.

‎"Kan dicek riwayat kredit di SLIK OJK. Jika (Pinjol) itu bermasalah maka sistem itu tertolak," ujarnya.

‎Namun, Dani juga memberikan catatan bahwa jika pinjol sudah lunas dan riwayat kredit bersih, maka masih ada peluang untuk mengajukan KUR. 

‎"Tapi jika pinjol sudah lunas dan riwayat bersih, atau hanya pinjaman konsumsi/ultra mikro yang lancar, masih ada peluang, namun perlu perbaiki dulu riwayat kreditnya," katanya.

‎BRI Masohi telah melaporkan masalah ini ke OJK dan berharap agar masyarakat dapat memperbaiki riwayat kreditnya untuk meningkatkan peluang mendapatkan KUR. 

‎Sekedar tahu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tengah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2020–2024) menunjukkan kinerja yang fluktuatif. 

‎Hal itu berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku.

‎Diterangkan, tahun 2020, ekonomi Maluku Tengah sempat mengalami penurunan kinerja sebagai dampak dari pandemi  COVID-19 yaitu sebesar -0,40 persen. Namun di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan perlahan. 

‎Sejak tahun 2021 kondisi perekonomian mulai menunjukkan pemulihan pasca pandemi dan menunjukkan tren yang meningkat dengan kenaikan terbesar terjadi i tahun 2024 dengan angka pertumbuhan sebesar 5,28 persen. 

‎Perubahan volume ekonomi tahun 2024 tersebut terlihat dari sisi produksi (supply side) maupun sisi permintaan akhir (demand side). 

‎Dari sisi produksi, kategori lapangan usaha dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh Jasa Kesehatan (7,81 persen), Transportasi dan Pergudangan (7.45 persen), dan Jasa Keuangan (7,43 persen).

‎Sementara dari sisi permintaan akhir, komponen Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga menunjukkan pertumbuhan paling tinggi yaitu sebesar 15,06 persen. 

‎Pertumbuhan yang tinggi ini sejalan dengan tahun 2024 yang bertepatan sebagai tahun politik yaitu adanya pemilihan presiden/wakil presiden, anggota DPR, dan Kepala Daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.