Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Belakangan diketahui masyarakat juga calon nasabah (Calnas) BRI di Kabupaten Maluku Tengah kebanyakan terbelit pinjaman online (Pinjol).
Hal itulah yang menjadi penyebab penyerapan KUR Kantor Cabang BRI Masohi hanya mencapai 65 persen di tahun 2025.
Demikian dikatakan Kepala Kantor Cabang BRI Masohi, Dani Radian, Selasa (13/1/2026).
Dani Rahadian mengungkapkan bahwa penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Masohi pada tahun 2025 hanya mencapai 67 persen.
Selain terbelit pinjaman online (pinjol) dan para calon nasabah juga memiliki riwayat kredit yang buruk.
"Malahan maaf ya, kemarin (2025) terkendala kami kurang penyerapan (KUR) hanya 67 persen. Dikarenakan banyak masyarakat kita yang terbelit di pinjol, terbelit lagi di Leasing," kata Dani Radian.
Baca juga: Kapolda Maluku Terima Audiensi PP GMKI, Bahas Kongres Nasional
Baca juga: Pembelian Gabah Pending, DPRD Malteng Dorong Pemda Optimalkan Pabrik Penggilingan Padi
Selain itu, ia menyebut saat ini Kantor BRI Cabang Masohi belum menetapkan kuota KUR 2026.
"Untuk kuota KUR 2026 di BRI Masohi belum ditetapkan, tapi saat ini kami sudah jalan," tukasnya.
Dani menjelaskan bahwa sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penolakan pengajuan KUR.
"Kan dicek riwayat kredit di SLIK OJK. Jika (Pinjol) itu bermasalah maka sistem itu tertolak," ujarnya.
Namun, Dani juga memberikan catatan bahwa jika pinjol sudah lunas dan riwayat kredit bersih, maka masih ada peluang untuk mengajukan KUR.
"Tapi jika pinjol sudah lunas dan riwayat bersih, atau hanya pinjaman konsumsi/ultra mikro yang lancar, masih ada peluang, namun perlu perbaiki dulu riwayat kreditnya," katanya.
BRI Masohi telah melaporkan masalah ini ke OJK dan berharap agar masyarakat dapat memperbaiki riwayat kreditnya untuk meningkatkan peluang mendapatkan KUR.
Sekedar tahu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tengah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2020–2024) menunjukkan kinerja yang fluktuatif.
Hal itu berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku.
Diterangkan, tahun 2020, ekonomi Maluku Tengah sempat mengalami penurunan kinerja sebagai dampak dari pandemi COVID-19 yaitu sebesar -0,40 persen. Namun di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan perlahan.
Sejak tahun 2021 kondisi perekonomian mulai menunjukkan pemulihan pasca pandemi dan menunjukkan tren yang meningkat dengan kenaikan terbesar terjadi i tahun 2024 dengan angka pertumbuhan sebesar 5,28 persen.
Perubahan volume ekonomi tahun 2024 tersebut terlihat dari sisi produksi (supply side) maupun sisi permintaan akhir (demand side).
Dari sisi produksi, kategori lapangan usaha dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh Jasa Kesehatan (7,81 persen), Transportasi dan Pergudangan (7.45 persen), dan Jasa Keuangan (7,43 persen).
Sementara dari sisi permintaan akhir, komponen Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga menunjukkan pertumbuhan paling tinggi yaitu sebesar 15,06 persen.
Pertumbuhan yang tinggi ini sejalan dengan tahun 2024 yang bertepatan sebagai tahun politik yaitu adanya pemilihan presiden/wakil presiden, anggota DPR, dan Kepala Daerah. (*)