SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Sebanyak 36 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), dipastikan tidak mengisi kuota keberangkatan tahun 2026. Hal ini menyusul hingga berakhirnya masa pelunasan tahap kedua, ke-36 jemaah tersebut tidak melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH).
Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek, dari total kuota 491 orang, sebanyak 455 CJH telah resmi melunasi biaya haji dan siap diberangkatkan.
Kepala Kantor Kemenhaj Trenggalek, Subkan Hamzah, mengungkapkan ada beragam faktor yang membuat puluhan jemaah tersebut urung berangkat tahun ini. Salah satunya adalah fenomena "kuota batu" atau jemaah lama yang terus menjadi prioritas, namun belum juga mengambil kesempatan berangkat.
"Jemaah ini sudah bertahun-tahun dipanggil, namun belum juga berangkat. Meski begitu, kuota mereka tidak bisa asal dicabut atau dilimpahkan tanpa persetujuan yang bersangkutan," ujar Subkan, Rabu (14/1/2026).
Selain itu, faktor regulasi baru juga menjadi penghambat. Sebanyak empat jemaah terganjal Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang mewajibkan jemaah yang sudah pernah berhaji menunggu minimal 18 tahun untuk berangkat kembali.
"Ada juga 26 jemaah yang secara sadar menunda keberangkatan karena pertimbangan pribadi, serta empat orang lainnya dinyatakan tidak istithaah secara kesehatan," tambahnya.
Subkan menegaskan, bahwa 36 kursi yang kosong tidak otomatis diberikan kepada warga Trenggalek lainnya. Sesuai prosedur, kuota tersebut dikembalikan ke tingkat provinsi untuk diisi berdasarkan nomor urut antrean se-Jawa Timur.
"Jika jemaah di nomor antrean provinsi berikutnya kebetulan asal Trenggalek dan sudah melunasi, maka dia bisa berangkat. Saat ini kami mencatat ada 66 jemaah cadangan asal Trenggalek yang sudah siap dan melunasi BIPIH," tegasnya.
Terkait jadwal, jemaah asal Bumi Menak Sopal diperkirakan akan diberangkatkan pada pertengahan Mei 2026. Perkiraan ini mengacu pada jatuhnya Idul Adha yang diprediksi pada 27 Mei 2026.
"Perkiraan pertengahan Mei sudah berangkat. Namun untuk kepastian masuk kloter berapa, kami meminta jemaah menunggu pengumuman resmi dari Kanwil Kemenhaj Jawa Timur," pungkas Subkan.