Kebaikan Dedi Mulyadi Membuat Tangis Istri Lansia Korban Penganiayaan Pecah, Beri Bantuan Rp 50 Juta
January 14, 2026 08:35 PM

 

SURYAMALANG.COM | BANDUNG - Kebaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp 50 juta membuat tangis istri dan anak Ade Dedi pecah.

Ade Dedi merupakan lansia berusia 62 tahun yang menjadi korban penganiyaan oleh pemuda di minimarket.

Setelah mendapat penganiayaan, selang sehari kemudian Ade Dedi meninggal dunia karena mendapat luka di berbagai tubuhnya akibat pukulan pemuda tersebut.

Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar itu bukan tanpa alasan kuat.

Ia mengungkapkan bantuan tersebut diberikan untuk keluarga Ade Dedi lantaran korban telah menjaga lingkungan.

Dengan kata lain, pemberian bantuan tersebut sebagai apresiasi dari Gubernur Jawa Barat.

Saat video call dengan istri dan anak Ade Dedi, Dedi Mulyadi mengatakan segera mentransfer dua kali untuk nominal sebesar itu. 

Transfer pertama, kata Dedi Mulyadi, bisa dipergunakan untuk biaya tahlilan di rumah korban sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan transfer kedua dengan nominal sama, namun untuk kebutuhan istri korban.

Mendengar ucapan Dedi Mulyadi, istri Ade Dedi bernama Wati pun tak kuasa menahan air matanya menetes di pipi.  

“Saya menyampaikan duka sebagai Gubernur Jawa Barat, saya mengucap terima kasih ada warga Jawa Barat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Dedi Mulyadi.

Dengan peristiwa penganiayaan yang membawa korban jiwa itu, Dedi Mulyadi pun berpesan kepada pihak kelurahan, RT hingga RW di Jawa Barat agar mendata orang yang berkunjung ke daerahnya.

Baca juga: Alasan Karya Ridwan Kamil Dibongkar Dedi Mulyadi: Pernah Dipuji Jokowi, Kini Jadi Tempat Maksiat

Berawal dari menegur

Penganiayaan terhadap Ade Dedi berawal ketika dirinya menegur seorang pemuda yang membeli barang di minimarket.

Lokasi tepatnya minimarket tersebut berada di Jalan AH Nasution, Kecamatan Penyileukan, Kota Bandung.

Adapun kejadiannya berlangsung pukul 01.00 WIB dini hari, Selasa (6/1/2026).

Pemuda yang menganiaya Ade Dedi itu bernama Dika Restu Wibowo alias DRW (21).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pelaku kepergok memasukkan barang ke dalam jaketnya tanpa membayar.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula saat pelaku berbelanja di Alfamart dengan memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya tanpa menggunakan keranjang belanja," ujar Kombes Hendra Rochmawan.

Ia mengatakan pegawai minimarket sempat menegur Dika, begitu juga Ade Dedi.

Namun, rupanya Dika tak terima dengan teguran yang dilayangkan oleh Ade Dedi. 

Ketika sama-sama berada di depan minimarket, Dika langsung menganiaya Ade Dedi hingga tewas meninggal.

Kombes Hendra Rochmawan mengatakan korban mendapat pukulan di wajah bagian rahang korban hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.

"Pelaku memukul rahang korban hingga terjatuh, menginjak bagian leher dan dada korban, serta menampar pipi korban sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri," ujarnya.

Setelah itu korban dilarikan ke RSUD Ujung Berung untuk mendapat perawatan intensif di ICU.

Namun, nyawa korban tak tolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Prihatin

Mengetahui peristiwa tak manusiawi itu, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa keprihatinan.

“Sebuah peristiwa yang memilukan, orang tua menegur anak muda yang dicurigai mencuri, kemudian cekcok dan dianiaya, yang pada akhirnya orang tua ini meninggal,” ujar Dedi Mulyadi.

Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi dalam video di kanal youtube-nya, dikutip Tribunjabar.id, Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga membagikan video berkomunikasi dengan istri korban (Ade Dedi) bernama Wati dan anak korban.

Kepada Dedi Mulyadi, Wati mengungkap keprihatinan bahwa saat kejadian banyak orang berada di lokasi kejadian namun saat penganiayaan tak ada yang membantu.

“Banyak orang, tapi kalau lihat di video gak ada orang yang nolongin,” ujar Wati.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi gusar, karena kebiasaan warga yang tak tanggap.

“Di kita memang begitu,” ujar Dedi.

Kemudian, Dedi Mulyadi menanyakan soal biaya saat Ade Dedi masuk rumah sakit.

“Yang menanggung biaya rumah sakit siapa?,” tanya Dedi.

Anak perempuan korban menjelaskan keluarga mendapat santunan dari minimarket tempat kejadian perkara.

Saat masuk rumah sakit dan masuk ICU, biaya perawatan Ade Dedi menggunakan biaya reguler.

“Waktu pertama di RSUD itu karena harus umum pak, alhamdulillah kita ada bantuan santunan dari pihak toko tersebut sehingga bapak bisa masuk ICU,” ujar anak perempuan korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.