Cikal Bakal Lahirnya Buku Viral Broken Strings Ditulis Aurelie Moeremans, Penulis Tak Cari Untung
January 14, 2026 09:50 PM

 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Beginilah awal mula lahirnya buku Broken Strings. 

Karya viral di media sosial ditulis artis ternama Aurelie Moeremans. 

Bukan karangan fiksi, melainkan kisah nyata yang dialami 16 tahun silam oleh sang publik figur. 

Buku tersebut bukan ajang mencari eksistensi, melainkan sebuah karya untuk 'speak up' terkait pengalaman peliknya. 

Namun, dirinya bisa terbebas dari segala belunggu di masa lalu. 

Aurelie Moeremans memberikan akses seluas-luasnya pada publik yang ingin membaca bukunya. 

Ia bahkan mencantumkan link tersebut pada bio Instagram pribadinya @aurelie. 

Sebelum viral di media sosial, pada 16 Desember 2025 lalu, Aurelie melalui channel YouTube barunya bernama Mrs Aurelie memberikan pernyataannya.

Ia mengungkap bagaimana karya Broken Strings ini bisa menjadi sebuah buku. 

Simak ulasannya dirangkum TribunnewsSultra.com : 

Baca juga: Keterlibatan Tyler Bigenho di Buku Broken Strings Karya Istri, Aurelie Moeremans: Ini Bagus Banget

Tak ada karya yang lahir tanpa sebuah alasan. 

Aurelie Moeremans menemukan alasan tersebut setelah buku diarynya dibaca oleh sang suami, Tyler Bigenho. 

Buku diary tersebut merupakan halaman kisah lampau Aurelie yang terbelenggu dalam hubungan toxic sampai membuatnya trauma. 

Namun ia tak terus terpuruk, dan mencoba mencari jalan keluar. 

Meski lama, dan bahkan menjerumuskannya bersama pria dewasa lebih tua 10 tahun darinya. 

Butuh waktu, agar Aurelie mampu bertahan dan lari.

Keberaniannya tersebut akhirnya membebaskannya sampai bisa menjalani hidupnya sebagai publik figur tanah air. 

Dari cerita tersebut membuat suami Aurelie, Tyler Bigenho terpukau. 

Ia menjadi orang pertama yang membaca buku tersebut. 

Setelah membacanya, Tyler memberi dukungan pada sang istri. 

Ia meminta Aurelie agar segera membuat buku dari kisah nyatanya. 

Pasalnya, kisah tersebut menurut Tyler bisa membantu orang yang terjebak dalam hubungan toxic. 

Hal ini disampaikan Aurelie melalui laman YouTubenya, Mrs Aurelie. 

Di balik perilisan buku tersebut, Tyler sangat berperan penting. 

Aurelie menyebut, dokter yang memiliki spesialisasi sebagai Chiropractor itu melihat potensi buku Broken Strings akan banyak membantu penyintas child grooming lainnya.

"Tyler baca buku aku dan dia bilang 'ini tuh bagus banget untuk bantu orang'," kata Aurelie menirukan ucapan suaminya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Meski awalnya ragu, namun Aurelie pun mencobanya. 

Baca juga: Roby Chat Hesti Purwadinata Gegara Bagi Link Broken Strings, Isi Pesan Disebar Aurelie Moeremans 

Pada dasarnya, Aurelie adalah pribadi yang tertutup. 

Dirinya jarang membagikan kisah hidup pribadinya pada orang lain. 

Namun karena langkahya maju sebagai penulis, membuat hal tersebut semangat dilakukannya. 

Membuat buku. 

"Aku memang orangnya cukup tertutup dan beratlah untuk share pengalaman yang setraumatik itu," tuturnya.

Namun, support yang diberikan Tyler membuatnya membulatkan tekad.

"Tapi karena dia bilang cerita aku bisa membantu orang lain, akhirnya aku memberanikan diri untuk menerbitkan versi Bahasa Inggris untuk cek ombak dulu," timpalnya.

Di luar dugaan Aurelie, buku itu justru mendapatkan sambutan luar biasa.

"Bener-bener kayak gila banget," selorohnya.

Kenapa Aurelie Menulis Masa Lalunya? 

Masih melansir dari laman YouTube-nya, Mrs Aurelie, istri Tyler Bigenho ini mengungkapkan awal mula ditulisnya buku tersebut.

"Kenapa aku nulis buku ini? Karena awalnya aku ke hipnoterapis dan aku ceritalah sama dia, bahwa kejadian ini sudah 16 tahun yang lalu. Tapi traumanya ada, traumanya tetap ada," kata Aurelie memulai ceritanya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Saat trauma itu muncul, wanita 32 tahun itu acapkali menyakiti dirinya sendiri.

"Dan aku cerita ke terapis aku bahwa kalau aku sedih itu kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku ngerasa deserve it (layak untuk hal itu)," imbuhnya.

Aktris berambut panjang ini menyadari, aksinya itu merupakan peringatan bahwa ia belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya.

"Ya memang udah jelas kan, ada sesuatu yang belum selesai gitu di hati aku. Karena deep down (jauh di dalam lubuk hati) aku tahu aku enggak deserve dikasarin. Ada something wrong (sesuatu yang salah)-lah," lanjutnya.

Dari situlah, sang terapis memintanya menulis diary atau buku harian.

"Akhirnya terapisku suruh aku nulis diary aja gitu. Dan pas aku nulis itu aku baru sadar kayak, 'Oh iya, abuser (sosok yang mengasari) aku zaman dulu.'

"Dari kecil tuh aku pengin banget ada di umur aku sekarang 32 karena ya waktu itu abuser aku ada di umur aku sekarang. Kenapa? Karena aku tuh pengin banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku," ucap Aurelie.

"Kenapa sih gitu. Karena dulu tuh aku bener-bener enggak ngerti kenapa ada orang setega sekeji itu. Dan pas aku di umur 32, aku baru sadar, enggak ada yang mesti dimengerti. Memang semua itu tidak seharusnya terjadi," selorohnya lagi.

Dia tak menampik, saat menuliskan masa lalunya hatinya terasa berat.

Pasalnya, sulung dari dua bersaudara itu harus membuka luka lama.

"Terus aku berat sih sebenarnya pas nulis karena kayak membuka luka lama. Tapi akhirnya aku bisa melihat semua yang terjadi dari point of view (sudut pandang) yang berbeda," tandasnya.

Aktris yang kini tengah menanti kelahiran buah hati pertamanya itu merasa sangat bodoh di masa lalu,

"Sebenernya pas aku nulis itu kayak 'kok aku dodol banget ya' zaman dulu," katanya.

Kala itu, Aurelie merasa tidak ada jalan keluar untuk masalahnya.

"Tapi memang waktu aku umur 15 tahun tuh ya karena aku masih kecil, enggak ngerasa dodol. Aku bener-bener enggak ngelihat jalan keluar," tutupnya.

Aurelie Terima Ancaman setelah Terbitnya Broken Strings

Kendati menerima banyak dukungan, Aurelie juga mendapatkan ancaman setelah buku Broken Strings bisa diakses bebas dan gratis.

Sejak bukunya viral, Aurelie mengaku mulai menerima ancaman dari pihak tak bertanggung jawab, yang merasa tersinggung dengan isi memoar tersebut.

Aurelie pun membagikan pengalamannya saat pernah merepost dukungan dari Hesti Purwadinata.

Alih-alih berhenti, ancaman justru berlanjut dan menyasar Hesti serta sang suami, Edo Borne, bahkan hingga ke pesan WhatsApp pribadi.

“Alasan kenapa sudah gak repost story dukungan, bahkan dari teman sendiri atau rekan artis, sederhana tapi penting,” tulis  Aurelie, lewat unggahan di Channel Instagramnya, @aurelie. 

“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp,” lanjutnya.

Aurelie mengaku meski ancaman tersebut tidak digubris, dampaknya tetap terasa.

“Tentu tidak digubris. Tapi tetap saja, itu ganggu. Dan aku tidak enak,” ungkapnya.

Wanita berusia 32 tahun ini, pun menegaskan bahwa dirinya bisa menerima risiko jika ancaman itu hanya ditujukan kepadanya.

Namun, situasinya berbeda ketika orang lain ikut terdampak.

“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” tulis  Aurelie .

Karena alasan itulah, Aurelie memilih untuk tidak lagi mengunggah ulang dukungan.

“Jadi kalau aku tidak repost, itu bukan karena tidak menghargai. Justru sebaliknya,” tegasnya.

Menurut Aurelie , langkah tersebut justru menjadi cara untuk melindungi lingkaran terdekatnya.

“Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman gak jelas,” katanya.

Menutup pernyataannya, Aurelie memastikan bahwa dukungan publik tetap ia rasakan.

“Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi terasa,” pungkasnya.

Sinopsis Buku Broken Strings

Broken Strings bukan sekadar catatan perjalanan karier, melainkan potret jujur masa remaja Aurelie saat pertama kali terjun ke dunia hiburan hingga menghadapi fase kelam dalam hidupnya.

Buku tersebut dibagikan Aurelie secara gratis yang berbentuk e-book dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris melalui akun Instagram pribadinya, @aurelie. 

Dalam Broken Strings, Aurelie secara terbuka mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya ketika masih di bawah umur.

Memoar yang ditulis langsung olehnya itu, mengisahkan pertemuannya dengan seorang pria yang ia samarkan dengan nama Bobby. Aurelie menegaskan bahwa nama tersebut bukan identitas asli.

Pada bab-bab awal buku, Aurelie menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Bobby, seorang pria berusia 29 tahun kala itu, terjadi di lokasi syuting iklan.

Dari pertemuan tersebut, Aurelie menggambarkan proses menyedihkan yang dialaminya secara perlahan.

Perbedaan usia lebih dari 10 tahun disebut turut memengaruhi dinamika hubungan, mulai dari kontrol cara berpakaian hingga pembatasan komunikasi dengan lingkungan sekitar.

Kisah yang ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, itu pun viral di media sosial dan memantik perbincangan luas.

Seiring berjalannya waktu, publik mulai berspekulasi mengenai identitas Bobby, hingga nama Roby Tremonti, mantan suami Aurelie itu disebut-sebut sebagai sosok yang diduga dimaksud dalam buku tersebut.

Di tengah ramainya pembahasan, Broken Strings menuai banyak dukungan dari sahabat dan rekan sesama artis.(*)

(Tribunnews.com/ Salma/ Rinanda)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.