PUNCAK Arus Mudik Berbarengan dengan Nyepi, Polres Jembrana Mulai Siapkan Pengamanan Operasi Ketupat
January 14, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Lintas instansi mulai melakukan rapat koordinator (rakor) awal untuk kesiapan pengamanan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Selasa (13/1).

Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan jasa saat puncak arus mudik yang berbarengan dengan Hari Suci Nyepi. 

Terlebih lagi sesuai rencana awal, tahun ini kapal perbantuan berkapasitas jumbo seperti tahun lalu rencananya ditiadakan. Sehingga, mulai H-7 puncak arus mudik, pola operasional sangat padat diberlakukan.

Terlebih diketahui selama angkutan lebaran ada jutaan orang yang menggunakan jasa pelayaran di lintas Ketapang-Gilimanuk Selat Bali tersebut.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menegaskan kesiapan sejak dini terkait pengamanan arus mudik 2026 sangat penting dilakukan. Sebab, Hari Raya Idul Fitri 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang berpotensi menimbulkan peningkatan signifikan arus kendaraan dan penumpang.

Baca juga: SAMPAH Belum Memungkinkan Dibawa ke Bangli, Koster Minta Penutupan TPA Suwung Diundur Jadi November!

Baca juga: PERJUANGAN Bupati Jembrana Usul Dana di Pendidikan, Kesehatan, PU, Sarpras Persampahan &Mobil Damkar

“Kondisi Lebaran tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena beririsan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kesiapan awal dari seluruh stakeholder untuk menjamin keamanan, kelancaran arus penyeberangan, serta keselamatan pelayaran,” tegas AKBP Kadek Citra didampingi Kabag OPS, Kompol I Wayan Suastika.

AKBP Kadek Citra juga mendorong PT ASDP untuk melakukan uji coba pola pengamanan bersama instansi terkait paling lambat tiga pekan sebelum Idul Fitri atau puncak arus mudik. Kemudian termasuk penyediaan buffer zone serta optimalisasi public address bagi pemudik.

Selain itu, juga menekankan pentingnya kesiapan sarana pendukung seperti toilet portable, tenda bagi pemudik sepeda motor hingga area Patung Buddha, serta penataan gerai tiket online di area terminal kargo.

Terpisah, Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk Didi Juliansyah menyampaikan kesiapan mendukung penuh Operasi Ketupat 2026. Ia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 16-18 Maret 2026, dengan pola operasi sangat padat mulai H-7 atau 13 Maret 2026.

“Pelabuhan Gilimanuk menjadi prioritas utama karena Lebaran berbarengan dengan Nyepi. Kami akan menyiapkan sarana pendukung dan memastikan pelayanan tetap optimal selama masa angkutan Lebaran,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kapal perbantuan berkapasitas jumbo yang berhasil mengurai antrean kendaraan pada angkutan lebaran tahun 2025 lalu? Didi mengakui saat ini masih dalam pembahasan awal.

Kemungkinan nantinya akan ada perkembangan informasi serangkaian hal tersebut. “Kita masih menunggu petunjuk dari pusat,” tandasnya. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.