Prancis Ingatkan AS Bahaya Caplok Greenland, Trump: NATO Tak Ada Apa-apanya Tanpa Amerika
January 15, 2026 12:33 AM

Prancis Ingatkan AS Bahaya Caplok Greenland, Trump: NATO Tak Ada Apa-apanya Tanpa Amerika

TRIBUNNEWS.COM - Prancis, satu di antara negara utama aliansi NATO, menjadi pihak yang vokal menentang rencana Amerika Serikat (AS) mencaplok Greenland, wilayah kekuasaan Denmark, anggota NATO.

Melalui Presiden Emmanuel Macron, Prancis  memperingatkan kalau pelanggaran kedaulatan Greenland akan memiliki konsekuensi yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Baca juga: NATO Bisa Runtuh, AS Pertimbangkan Opsi Militer Ambil Alih Greenland dari Denmark

Peringatan Prancis ini menjadi gambaran respons NATO setelah Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk mencaplok wilayah tersebut ke Amerika Serikat.

Dalam rapat kabinet, Macron menekankan kalau Prancis memperhatikan secara serius pernyataan Trump tentang Greenland.

"Macron memperingatkan bahwa merusak kedaulatan sebuah negara sekutu Eropa akan menyebabkan reaksi berantai yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata laporan media dikutip dari Khaberni, Rabu (14/1/2026).

Dia juga menekankan kalau Prancis mengikuti perkembangan situasi tersebut secara seksama dan akan bertindak dengan solidaritas penuh terhadap Denmark serta menghormati kedaulatannya.

Sebaliknya, Presiden AS, Donald Trump terus menegaskan bahwa Greenland, dengan lokasi strategis dan kekayaan mineralnya, merupakan elemen vital keamanan nasional AS, dengan alasan bahwa kepemilikan AS atasnya diperlukan "untuk mencegah Rusia atau China memperluas pengaruh mereka di sana."

Di sisi lain, Greenland dan Denmark, yang mendapat dukungan dari beberapa negara Uni Eropa, bersikeras kalau pulau itu tidak untuk dijual.

Denmark menegaskan kalau ancaman penggunaan kekerasan adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab, dan bahwa masalah keamanan harus ditangani secara eksklusif dalam kerangka koordinasi antarnegara sekutu di dalam NATO.

RAKYAT GREENLAND MENOLAK - Hasil jajak pendapat menegaskan penolakan keras rakyat Greenland terhadap rencana pengambilalihan wilayah otonom Denmark tersebut oleh Amerika Serikat. Uni Eropa (UE) menyatakan siap memberikan bantuan keamanan bagi Greenland jika Denmark memintanya.
RAKYAT GREENLAND MENOLAK - Hasil jajak pendapat menegaskan penolakan keras rakyat Greenland terhadap rencana pengambilalihan wilayah otonom Denmark tersebut oleh Amerika Serikat. Uni Eropa (UE) menyatakan siap memberikan bantuan keamanan bagi Greenland jika Denmark memintanya. (HO/IST/dok. High North News)

Trump: NATO Tak Ada Apa-apanya Tanpa AS

Dalam penegasan niatnya menguasai Greenland, Trump justru mengumbar logika terbalik dari apa yang selama ini berlaku di NATO.

Dalam aturan perjanjian aliansi di NATO, satu ancaman bagi anggota merupakan ancaman bagi anggota lainnya, sehingga langkah kolektif dalam hal pencegahan dan penanggulangan ancaman akan dilakukan bersama.

Namun, Trump justru menilai kalau NATO seharusnya membantu Amerika memperoleh Greenland.

 Menulis dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan:

"Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk alasan keamanan nasional,".

Trump menekankan kalau penguasaan Greenland merupakan elemen vital dalam proyek Kubah Emas yang sedang dibangun Washington.

Baca juga: Perbedaan Golden Dome dan Iron Dome: Dua Kubah Pelindung Canggih yang Bisa Tangkal Rudal Musuh

Trump menyebut, justru NATO harus memimpin langkah untuk memastikan Amerika Serikat "mempertahankan" Greenland.

Dia memperingatkan bahwa "jika ini tidak dilakukan, Rusia atau China dapat berupaya untuk menguasainya," sesuatu yang menurutnya tidak akan dia izinkan terjadi.

Trump juga kembali pamrih atas upaya yang AS telah lakukan bagi NATO.

Dia menjelaskan, dari sudut pandang militer, tanpa kekuatan besar Amerika Serikat, yang menurutnya sebagian besar telah ia bantu bangun selama masa jabatan pertamanya dan saat ini sedang ia upayakan untuk ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi, aliansi itu akan lemah.

"NATO tidak akan menjadi kekuatan yang efektif atau pencegah, dan bahkan tidak akan mendekati untuk memenuhi peran ini," katanya

Dia menunjukkan kalau negara-negara aliansi menyadari fakta ini, dan menekankan bahwa dia sendiri juga menyadarinya.

Ia menambahkan, "NATO menjadi jauh lebih kuat dan efektif ketika Greenland berada di bawah kendali AS," dengan alasan kalau apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima. 

Ia menyimpulkan dengan mengatakan, "Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini."

 

 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.