Grid.ID- Profil Sri Mulyani kembali menjadi sorotan setelah mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia tersebut resmi bergabung dengan Gates Foundation. Penunjukan ini menandai babak baru perjalanan karier Sri Mulyani di level global setelah puluhan tahun berkecimpung di bidang kebijakan ekonomi dan keuangan.
Dalam peran barunya, Sri Mulyani dipercaya membantu mengelola dana filantropi berskala dunia. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Gates Foundation melalui laman resminya.
Pengalaman panjang Sri Mulyani disebut menjadi faktor utama penunjukan tersebut. Lantas, bagaimana profil Sri Mulyani dan apa saja tugas strategis yang akan diembannya di yayasan milik Bill Gates ini?
Sri Mulyani Gabung Gates Foundation
Profil Sri Mulyani kian menguat di panggung internasional setelah ia ditunjuk sebagai anggota Governing Board Gates Foundation. Dalam struktur tersebut, Sri Mulyani bertanggung jawab membantu mengoptimalkan pengelolaan dana abadi yayasan guna mendukung berbagai program filantropi selama dua dekade ke depan. Pengumuman penunjukan ini disampaikan langsung melalui laman resmi Gates Foundation.
Pengalaman Sri Mulyani di bidang ekonomi, keuangan publik, serta kepemimpinan global dinilai mampu memastikan penggunaan sumber daya yayasan berjalan efektif dan tepat sasaran. Gates Foundation berharap kehadiran Sri Mulyani dapat memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat global.
Profil Gates Foundation
Untuk memahami konteks tugas tersebut, penting menilik profil Gates Foundation. Melansir laman resminya, Gates Foundation atau Bill & Melinda Gates Foundation merupakan yayasan filantropi swasta terbesar di dunia. Yayasan ini didirikan pada tahun 2000 sebagai penggabungan dua inisiatif amal yang sebelumnya dijalankan oleh Bill Gates dan Melinda French Gates.
Dikutip dari Kompas TV, Rabu (14/1/2026), Gates Foundation lahir dari kepedulian terhadap tingginya angka kematian anak akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Fokus utama yayasan ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat global, khususnya di negara berkembang. Setiap tahun, Gates Foundation menggelontorkan dana miliaran dolar AS untuk program kesehatan global, pengentasan kemiskinan, pendidikan, sanitasi, dan kesetaraan gender.
Selain itu, Gates Foundation dikenal sebagai salah satu donor terbesar World Health Organization (WHO). Sumber pendanaannya berasal dari dana abadi senilai sekitar 50 miliar dolar AS, yang sebagian besar berasal dari kekayaan Bill dan Melinda Gates serta kontribusi investor Warren Buffett. Yayasan ini memiliki lebih dari 1.600 pegawai dan beroperasi di berbagai negara.
Tugas Sri Mulyani di Gates Foundation
Dalam jajaran Governing Board, profil Sri Mulyani menempatkannya pada level strategis. Ia akan terlibat dalam penentuan arah kebijakan yayasan, penetapan prioritas program, serta pengawasan penggunaan sumber daya agar berjalan berkelanjutan. Perannya mencakup pemberian panduan kebijakan berbasis bukti, penguatan tata kelola, serta memastikan alokasi dana selaras dengan tujuan jangka panjang Gates Foundation.
Fokus utama tugas Sri Mulyani mencakup isu kesehatan global, pengentasan penyakit menular, dan pengurangan kemiskinan. CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyatakan pengalaman Sri Mulyani di bidang kebijakan ekonomi dan pembangunan akan memberikan perspektif penting bagi tata kelola yayasan. Ia menilai keahlian tersebut krusial untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan.
Profil Sri Mulyani
Profil Sri Mulyani tidak dapat dilepaskan dari latar belakang akademiknya. Mengutip Tribunnews.com, ia lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962.
Sri Mulyani menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia pada 1981–1986. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science of Policy Economics dari University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC) pada 1988–1990.
Di kampus yang sama, Sri Mulyani menyelesaikan pendidikan doktoralnya dan memperoleh gelar Ph.D. of Economics pada 1990–1992. Bekal akademik inilah yang kemudian membentuk profil Sri Mulyani sebagai ekonom berpengaruh di Indonesia dan dunia.
Karier Akademik di Universitas Indonesia
Setelah kembali ke Indonesia, profil Sri Mulyani berkembang melalui dunia akademik. Ia menduduki berbagai jabatan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, antara lain sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEUI), Wakil Kepala Bidang Penelitian, serta pengajar program S1 hingga S3. Selain itu, ia juga aktif dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan program magister perencanaan kebijakan publik UI.
Menteri di Era Presiden SBY
Profil Sri Mulyani semakin dikenal publik saat ia masuk kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 21 Oktober 2004, ia ditunjuk sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Tidak lama berselang, pada 5 Desember 2005, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan RI. Jabatan Menteri Keuangan kembali diembannya pada periode kedua SBY hingga 20 Mei 2010, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Direktur Pelaksana World Bank
Pada 5 Mei 2010, profil Sri Mulyani mencatat sejarah baru. Ia ditunjuk sebagai salah satu dari tiga Direktur Pelaksana Bank Dunia dan mulai menjabat pada 1 Juni 2010 hingga 27 Juli 2016. Sri Mulyani menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki posisi tersebut.
Menkeu di Era Presiden Jokowi
Setelah enam tahun di Bank Dunia, profil Sri Mulyani kembali ke Indonesia. Pada 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo memintanya kembali menjabat Menteri Keuangan.
Pada periode ini, Sri Mulyani melakukan berbagai kebijakan, termasuk efisiensi belanja kementerian dan lembaga, penyesuaian dana transfer daerah, serta penguatan program pengampunan pajak. Ia kembali dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 23 Oktober 2019 untuk periode 2019–2024, menjadikannya Menteri Keuangan keempat kalinya di kabinet yang berbeda.
Menkeu di Era Presiden Prabowo
Profil Sri Mulyani berlanjut di era Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik kembali sebagai Menteri Keuangan pada 21 Oktober 2024.
Namun, jabatan tersebut berakhir pada 8 September 2025 dan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah demonstrasi besar di berbagai wilayah Indonesia yang juga berdampak pada kehidupan pribadi Sri Mulyani.
Pengajar di Universitas Oxford
Setelah tidak lagi menjabat Menkeu, profil Sri Mulyani memasuki dunia akademik global. Ia ditunjuk sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government, Universitas Oxford, mulai tahun 2026 selama satu tahun. Dalam peran ini, Sri Mulyani akan berbagi pengalaman kepemimpinan global kepada mahasiswa dan alumni.
Dewan Pengurus Gates Foundation
Bab terbaru dalam profil Sri Mulyani adalah bergabungnya ia dengan Dewan Pengurus Gates Foundation. Sri Mulyani menyatakan merasa terhormat dapat bergabung dan menegaskan kolaborasinya dengan yayasan tersebut telah dimulai hampir satu dekade lalu.
Ia berharap dapat memberikan dampak maksimal selama 20 tahun ke depan bagi mereka yang paling membutuhkan melalui peran strategis di Gates Foundation. Dengan rekam jejak panjang di bidang ekonomi, kebijakan publik, dan tata kelola global, profil Sri Mulyani kini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kebijakan Indonesia, tetapi juga dari upaya filantropi dunia.