Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Puluhan orang yang mengatasnamakan dari Gerakan Mahasiswa Pemuda Bersatu (GMPB) Peduli Bencana berdemo di depan Kantor Bupati Aceh Tenggara Desa Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam, Rabu (14/1/2026) siang.
Pendemo mengusung berbagai poster, spanduk dengan membawa soundsystem dan mendesak anggaran bencana dari Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp 4 Miliar dan sumber bantuan lainnya dalam penanganan bencana banjir bandang maupun yang terjadi pada Kamis 27 November 2025 yang lalu agar diaudit.
Pendemo bergiliran berorasi diatas mobil Pickup yakni Sabarudin, Amas Muda serta Raja dan pendemo yang lainnya dengan menggunakan alat pengeras suara. Dalam orasinya itu juga mereka menyoroti dalam penanganan bencana banjir dan banjir bandang di Aceh Tenggara hingga menyoroti penanganan pengungsian yang dinilai kurang maksimal. Karena tenda pengungsian yang tak tersedia bagi para pengungsi dan korban banjir menumpang di rumah famili dan fasilitas umum.
Kedatangan demonstran di Kantor Bupati Agara langsung disambut Sekda Yusrizal ST, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, para asisten dan dikawal aparat kepolisian Polres Aceh Tenggara, para perwira dan Satpol PP.
Dalam aksi unjukrasa di depan Kantor Bupati Aceh Tenggara itu, Personil Satlantas Polres Agara melakukan rekayasa lalulintas agar transportasi berjalan aman tertib dan lancar. Mereka juga dalam orasi itu membakar ban bekas dan sebelumnya membakar mercon ke arah langit sebagai bentuk kekecewaan mereka karena mereka tak bertemu dengan Bupati Agara. Pendemo tak mau bertemu dengan Sekda Agara dan tak menggubris penjelasan Sekda Yusrizal ST yang menyatakan kalau Bupati Agara Salim Fakhry sedang menuju luar kota urusan kedinasan.
Karena, Sekda Yusrizal tak ingin mahasiswa berdialog lalu sekda Agara tinggalkan mahasiswa yang terus berorasi di depan Kantor Bupati Aceh Tenggara secara bergiliran hingga pukul 18.00 WIB sore.
Para pendemo yang berasal dari elemen mahasiswa dan pemuda, diantaranya IPMAT Banda Aceh, IPMAT Medan, IPMAT Jabodetabek, IKAMARA Yogyakarta, SAPMA Pemuda Pancasila, BEM STAISES Kutacane, BEM FH UGL Agara, HMI Cabang Kutacane, Komisariat HMI FKIP UGL, dan IMM Kutacane.
Baca juga: Ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara Terdampak Longsor, Kementerian PU Targetkan Normal 7 Januari
Secara terpisah Sekda Agara Yusrizal ST mengatakan, silakan diaudit anggaran bencana sebesar Rp 4 Miliar yang disebutkan mahasiswa tersebut.
Mereka sudah bekerja maksimal dalam mengatasi bencana banjir dan banjir bandang selama 14 hari tanggap darurat dan kemudian transisi pemulihan pasca bencana banjir Agara selama tiga bulan kedepannya.
"Kita sebagai Pemkab Agara sudah mengajak pendemo untuk berdiskusi dan mereka akan memaparkan penanganan musibah bencana di Agara. Namun, pendemo tak mau mendengar penjelasan dari mereka dan meminta Bupati Agara menemui pendemo. Dan, sudah disampaikan kalau Bupati Agara lagi di luar daerah mereka tak mendengarkan penjelasan kita,"katanya kepada wartawan.
Ditanyai soal anggaran Rp 1,7 Miliar yang sudah direalisasikan BPBD Agara kepada para OPD Jajaran Pemkab Agara dan penerima bantuan dimaksud.
Sekda Agara Yusrizal ST didampingi Kalaksa BPBD Agara Mohd Asbi mengatakan, tidak mengetahui persis apakah anggaran Rp 1,7 Miliar itu anggaran BTT atau sumber bantuan Presiden Prabowo Subianto dari anggaran Rp 4 Miliar. Karena, dana itu yang mengetahui mekanisme Kepala Badan Pengeloaan Keuangan Daerah BPKD Agara Syukur Selamat Karo-karo," katanya.(*)