Rutinitas Skincare Saat Musim Hujan Apakah Berbeda dari Musim Panas?
January 15, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Dokter, apakah rutinitas skincare ini saat musim hujan harus berbeda dibandingkan musim panas atau kemarau?”

(Jurnalis TribunHealth.com dalam Talk Show Healthy Talk “Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta”)

Jawaban Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK:

“Untuk skincare sebenarnya secara basic sama gitu ya. 

Skincare itu yang kita butuhkan itu kan ada empat tahapnya.

Satu, cleansing atau pembersihan.

Yang kedua, moisturizing, yaitu eh melembabkan.

Yang ketiga, protecting, kita melindungi dengan sunscrn.

Dan yang kmpat, jika dibutuhkan adalah eksfoliasi.

Untuk cleansing atau pembersihan  untuk area wajah maupun badan, pilihlah sabun yang tidak membuat kulit kita semakin kering kulitnya.

Jadi setelah kita mandi atau cuci wajah  masih ada sensasi licin atau tidak ada rasa yang ketarik di bagian kulit kita.

Itu sabun yang baik seperti itu.

Jika kita menggunakan sabun cuci wajah atau sabun mandi yang memberikan efek kulit kita terasa keset atau kering itu biasanya  tidak begitu baik karena dia mengikis lapisan alami lemak kulit kita.

Kemudian untuk pelembab, segera oleskan pelembab setelah mandi gitu ya.

Terus tadi mandi juga kita enggak boleh lama-lama, cukup 5 sampai 10 menit dan hindari air yang panas cukup hangat kuku.

Setelah mandi, segera oleskan pelembab.

Kenapa? Karena kadar air dalam kulit kita kan tadi sudah terisi.

Kita segera oleskan pelembab untuk mengunci sekadar air dalam kulit kita supaya tidak menguap keluar.

Kalau pelembab pilih yang sesuai dengan yang jenis kulit.

Kalau memang kulitnya cenderung berminyak, pilihlah yang teksturnya ringan, misalnya eh gel atau lotion.

Sementara kalau kulit kita normal itu oke-oke aja mau pakai lotion, mau pakai yang krim juga boleh.

Sementara kalau kita kulitnya cenderung kering, pilihlah yang lebih pekat lagi.

Boleh yang bentuk krim atau sedikit yang mengandung  minyak atau yang bersifat oklusif. masih boleh.

Dan kalau yang berjerawat jangan lupa pilih yang non komedogenik gitu.”

Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Baca juga: 5 Tips Menghangatkan Tubuh di Musim Hujan, Penting agar Tak Rentan Sakit

Apa Itu Breakout?

Breakout adalah istilah umum dalam perawatan kulit yang merujuk pada munculnya jerawat, bintik-badai, atau ruam secara tiba-tiba.

Kondisi ini terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh sebum (minyak alami kulit), sel kulit mati, dan bakteri, menyebabkan peradangan yang tampak sebagai benjolan merah, komedo putih, atau bahkan jerawat bernanah.

Penyebab Breakout

  • Produksi sebum berlebih - sering dipengaruhi hormon
  • Penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori
  • Bakteri P. acnes yang berkembang di pori tersumbat
  • Peradangan pada kulit
  • Faktor eksternal seperti polusi, kosmetik, dan kondisi cuaca

Mengapa Breakout Potensial Meningkat di Musim Hujan?

Secara umum, beberapa hal yang mendorong terjadinya breakout selama musim hujan sebagai berikut.

1. Kelembaban Tinggi

Udara lembab di musim hujan membuat kulit cenderung memproduksi lebih banyak minyak, sekaligus meningkatkan keringat.

Kombinasi ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat.

2. Keringat dan Iritasi

Kelembaban yang tinggi membuat tubuh lebih mudah berkeringat.

Keringat yang bercampur dengan minyak, polusi, dan bakteri dapat menyumbat pori-pori lebih mudah.

3. Perubahan Suhu Mendadak

Pergantian antara udara lembab di luar dan ruangan ber-AC dapat membuat kulit "stres" dan memicu produksi minyak berlebih sebagai respons perlindungan.

4. Kontaminasi dari Air Hujan

5. Kebiasaan Menyentuh Wajah

Di musim hujan, orang cenderung lebih sering menyeka wajah karena air hujan atau keringat, meningkatkan transfer bakteri dari tangan ke wajah.

6. Pakaian Lembab

Pakaian yang lembab akibat kehujanan dapat menciptakan gesekan dan iritasi pada kulit, terutama di area tubuh seperti punggung dan dada.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.