Debit Sungai Kampar Cenderung Bertahan, Banjir di Pelalawan Belum Meluas
January 15, 2026 11:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Banjir yang melanda daerah bantaran sepanjang Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan Riau belum meluas hingga Kamis (15/1/2026). 

Kondisi ini dipengaruhi oleh elevasi Sungai Kampar yang cenderung bertahan dalam tiga hari terakhir ini. Tidak ada kenaikan elevasi sungai yang signifikan yang menyebabkan banjir kian parah. 

Debit Sungai Kampar terpantau naik hanya 1 centimeter menjadi 2,48 meter di atas batas normal di penyeberangan ponton Kecamatan Langgam pasa Selasa (13/1/2026). Kemudian pada Rabu (14/1/2026) tidak ada kenaikan dan tetap di angka 2,48 meter. Sedangkan hari ini, Jumat (15/1/2026), terdeteksi kenaikan cuma 1 Cm menjadi 2,49 meter.

"Pasang laut sudah mulai surut periode pertengahan sampai akhir bulan nanti. Jadi debit air juga tidak signifikan lagi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (15/1/2026).

Selain itu, lanjut Zulfan, curah hujan semakin menurun dan intensitasnya juga kian rendah. Hal ini turut mempengaruhi kondisi banjir wilayah bantaran Sungai Kampar. Sehingga tinggi permukaan air tidak bertambah tinggi. 

Padahal berdasarkan prakiraan BMKG Kota Pekanbaru, sepanjang Januari ini masih musim hujan dengan intensitas ringan, sedang, dan lebat.

Periode Bulan Februari nanti curah hujan akan turun drastis dan didominasi musim kemarau. 

"Kita kuatir terjadi anomali cuaca lagi tahun ini. Kondisinya bisa berubah-ubah. Jadi tak bisa jadi pedoman sepenuhnya," papar Zulfan.  

Baca juga: Kronologi Polisi Gagalkan Keberangkatan 26 PMI Ilegal di Dumai, Ditemukan di 3 Mobil

Baca juga: Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi di Pelalawan Bertambah, Pengecer dari Bunut Langsung Ditahan

Titik Terparah

Wilayah yang masih terdampak banjir saat ini yakni titik akses jalan yang digenangi air berada di sepanjang bantaran Sungai Kampar.

Titik terparah di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci yang telah terputus sejak empat hari yang lalu.

Air merendam badan jalan yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke Desa Rantau Baru setinggi 30 sampai 50 centimeter.

endaraan roda dua dan roda empat tidak bisa lagi melintasi jalan. Masyarakat menggunakan sampan dan pompong untuk menyeberang. 

Kemudian jalan yang menghubungkan Desa Tambak dan Desa Sotol di Kecamatan Langgam, terendam banjir setinggi 30 sampai 40 Cm.

Akses itu hanya bisa dilewati kendaraan roda empat ke atas. Sebagian masyarakat menggunakan jasa penyeberangan sampan dan pompong yang disiapkan warga setempat.

Akses jalan dari Kelurahan Langgam ke Dusun Muaro masih terendam air, tapi belum menghambat aktivitas dan asih bisa dilalui sepeda motor dan mobil.

Kemudian Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Muaro Sako Kelurahan Langgam mulai kepung air, tapi masih rendah. 

"Belum mengganggu aktivitas belajar. Wilayah itu memang sangat rendah, jadi rentan tergenang air kalau debit Sungai Kampar naik," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.