Potensi Cuaca Ekstrem Diperkirakan Melanda DIY Selama Sepekan ke Depan
January 15, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi akibat kondisi atmosfer regional dan lokal yang belum stabil.

BMKG menilai sejumlah faktor atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa secara global fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kondisi netral sehingga tidak menjadi pemicu utama peningkatan hujan.

Namun, faktor regional dan lokal dinilai lebih dominan memengaruhi cuaca di DIY.

“Secara global, fenomena ENSO dan IOD berada pada kondisi netral sehingga tidak menjadi pemicu utama peningkatan hujan. Namun, faktor regional dan lokal seperti suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, serta adanya pola konvergensi di sepanjang Pulau Jawa masih mendukung terjadinya hujan di wilayah DIY,” ujar Warjono.

BMKG mencatat suhu muka laut di perairan selatan Jawa dan Laut Jawa berada pada kisaran 28–29 derajat Celsius.

Kondisi tersebut menyediakan suplai uap air yang cukup signifikan bagi pembentukan awan hujan.

Selain itu, kelembapan udara pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer terpantau dalam kondisi basah.

“Hasil prediksi kami menunjukkan bahwa pada hari ini, 13 Januari 2026, intensitas hujan diprediksi dapat mencapai kategori Lebat dengan curah hujan antara 50 hingga 100 milimeter per hari, khususnya di wilayah Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Selatan, dan Bantul bagian Selatan. Sementara untuk tanggal 14 hingga 15 Januari, intensitas hujan diprakirakan sedikit menurun ke kategori sedang, namun tetap perlu diwaspadai,” kata Warjono.

Baca juga: Tebing di Jalur Cinomati Bantul Longsor Akibat Hujan, Akses Jalan Sempat Tertutup

Puncak Musim Hujan

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan fase puncak musim hujan yang saat ini sedang berlangsung di wilayah DIY.

“Berdasarkan analisis klimatologis, wilayah DIY saat ini berada pada periode puncak musim hujan 2025/2026 yang umumnya terjadi pada Januari hingga Februari. Pada fase ini, potensi kejadian cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi memang cenderung meningkat,” ujarnya.

Reni menambahkan bahwa meskipun ENSO dan IOD diprediksi menuju kondisi netral hingga pertengahan 2026, curah hujan pada periode puncak musim hujan masih berpotensi tinggi.

“Curah hujan bulanan pada Januari 2026 di wilayah DIY diperkirakan berada pada kategori normal hingga atas normal. Oleh karena itu, risiko bencana hidrometeorologi masih perlu diantisipasi,” kata Reni.

Koordinator BMKG DIY, Ardhianto Septiadhi, mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta secara aktif memantau informasi cuaca dan iklim terkini melalui kanal resmi BMKG. Langkah mitigasi dini di lingkungan masing-masing sangat penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem,” tegas Ardhianto.

BMKG DIY memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi cuaca dan iklim sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer terbaru. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.