Biodata Damai Hari Lubis Tersangka Tudingan Ijazah, Sudah Bertemu Jokowi Tapi Ogah Minta Maaf
January 15, 2026 02:19 PM

 

POS BELITUNG -- Inilah biodata Damai Hari Lubis tersangka tudingan ijazah Jokowi yang ogah minta maaf meski telah menemui sang eks presiden.

Damai hadir bersama Eggi Sudjana, yang juga berstatus tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi.

Pertemuan ini kemudian memicu perdebatan di ruang publik, namun Damai menegaskan bahwa kunjungannya murni untuk silaturahmi, tanpa permintaan maaf maupun pembicaraan strategis hukum.

“Tidak ada minta maaf, tidak ada itu. Pertemuan murni silaturahmi,” ujar Damai dalam dialog di Kompas TV, Rabu (14/1/2026).

Damai menjelaskan bahwa keikutsertaannya mendampingi Eggi Sudjana ke Solo berawal dari permintaan Eggi sendiri.

Menurutnya, Eggi tengah menjadi sasaran kritik publik karena tidak dapat menghadiri agenda penting sebelumnya akibat kondisi kesehatan.

Baca juga: Asal Usul Ressa Rizky Rosano Dipertanyakan, Mantan ART Emilia Contessa Bongkar Fakta Mengejutkan

“Bang Eggi menghubungi saya karena beliau merasa dihujat. Padahal beliau sakit, ada bukti medis dan sempat dirawat di rumah sakit di Surabaya,” kata Damai. Niat Damai dalam kunjungan itu adalah untuk menyampaikan nasihat moral, bukan urusan politik atau hukum.

Ia juga menyebut bahwa Eggi pernah mengaitkan pertemuan dengan Surah Taha dalam Al-Qur’an, yang mengisahkan Nabi Musa dan Nabi Harun menyampaikan nasihat kepada Firaun dengan cara lemah lembut.

Damai menegaskan bahwa sejak awal, ia memberikan batasan jelas terkait pertemuan tersebut, dimana tidak ada permintaan maaf kepada Jokowi, tidak membawa dokumen atau kesepakatan hukum, hanya duduk ngobrol santai.

Ia menolak narasi yang menyebut pertemuan sebagai strategi menekan proses hukum.

Pernyataan ini sejalan dengan klaim Eggi Sudjana, yang juga menekankan bahwa pertemuan bersifat personal dan silaturahmi.

Joko Widodo membenarkan pertemuan itu dan menyebutnya sebagai agenda silaturahmi.

Mantan kepala negara juga berharap pertemuan ini bisa menjadi pertimbangan bagi Polda Metro Jaya terkait kemungkinan penyelesaian perkara melalui restorative justice.

“Dari pertemuan silaturahmi itu semoga bisa dijadikan pertimbangan bagi penyidik untuk kemungkinan restorative justice. Namun keputusan tetap di tangan penyidik,” ujar Jokowi.

Biodata dan Karier Damai Hari Lubis

Dikutip dari Tribun Medan, Damai Hari Lubis dikenal luas sebagai pengacara dan praktisi hukum, sekaligus penulis serta pengamat hukum. Ia juga aktif sebagai aktivis sosial-politik yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Sepanjang kariernya, Damai pernah menempati sejumlah posisi penting, antara lain sebagai Koordinator Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA), Ketua Aliansi Anak Bangsa, serta Ketua Korlabi.

Beberapa aksi publiknya pun menarik perhatian, termasuk melaporkan KSAD Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman ke Puspomad pada 2022 terkait pernyataan yang dinilainya menyinggung umat beragama.

Sebelumnya, pada 2020, ia juga meminta Prabowo Subianto mundur dari jabatan Menteri Pertahanan saat menjabat Ketua Divisi Hukum PA 212, karena dianggap kurang tegas dalam menghadapi masuknya kapal-kapal China ke Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara.

Dengan rekam jejak tersebut, Damai Hari Lubis dikenal sebagai sosok yang vokal dan kritis terhadap politik kekuasaan, serta konsisten menyuarakan pandangannya terkait supremasi hukum dan keadilan sosial di Indonesia.

(Tribun Medan/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.