STOP Aktivitas Gajah Tunggang, Bali Zoo Resmi Hentikan Demi Memperkuat Kesejahteraan Satwa
January 15, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR — Bali Zoo resmi menghentikan aktivitas gajah tunggang efektif per tanggal 1 Januari 2026 lalu. 

 

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Bali Zoo, dalam memperkuat kesejahteraan satwa serta pengelolaan lembaga konservasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

 

Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor 6 Tahun 2025, tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. 

 

Dalam pelaksanaannya, Bali Zoo juga berkoordinasi dengan Balai KSDA Bali.

Baca juga: BOS Mafia Solar Bali Man Tompel & 3 Tersangka Resmi Ditahan, Polisi Terbitkan DPO untuk Tersangka ED

Baca juga: Dua Kali Mangkir, Bos Mafia Solar Subsidi di Denpasar Man Tompel Akhirnya Ditahan Polda Bali

Penghentian aktivitas ini bertujuan memberikan waktu dan ruang, yang lebih baik bagi gajah untuk menjalani perilaku alami, interaksi sosial, serta program perawatan dan enrichment yang mendukung kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama Bali Zoo. Kebijakan ini diambil untuk mendukung pengelolaan gajah yang lebih baik dan memastikan standar perawatan terus ditingkatkan,” ujar Head of Public Relations Bali Zoo, Emma Chandra, Kamis 15 Januari 2025.

Ia menambahkan ke depan, Bali Zoo akan melanjutkan fokus pada perawatan harian gajah, edukasi konservasi, serta pengembangan pengalaman pengunjung yang berorientasi pada pembelajaran dan kepedulian terhadap satwa.

Bali Zoo memiliki 14 satwa gajah Sumatera terdiri dari 4 gajah jantan dan 10 gajah betina dengan usia rentan 3 hingga 45 tahun.

Pihaknya juga telah mengumumkan hal ini melalui akun media sosial resmi Bali Zoo, yang diunggah pada Rabu (14/1/2026) kemarin dan mendapat respon positif dari netizen.

Sebelumnya Bali Zoo memiliki program Elephant Riding adalah sebuah program interaktif di mana pengunjung dapat menaiki gajah.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.